Sejumlah Catatan untuk Pemkab dari DPRD di Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung
DPRD Kabupaten Bandung menggelar sidang paripurna istimewa Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - DPRD Kabupaten Bandung menggelar sidang paripurna istimewa Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, DPRD Kabupaten Bandung memiliki sejumlah catatan atau evaluasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bandung di Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung.
"Pada kesempatan ini kita memperingati Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung. Amanat pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Pak Bupati Bandung bagaimana kita membangun harmonisasi dan singkronisasi dalam penyelenggaraan eksekutif dan legislatif dengan semua komponen masyarakat," kata Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugianto usai memimpin sidang istimewa Hari Jadi ke-382 Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, 3 Mei 2023.
Menurut Sugianto, pembangunan singkronisasi dan harmonisasi di Kabupaten Bandung ini, dalam pelaksanaannya memang harus melibatkan semua komponen masyarakat. Serta bisa dilaksanakan oleh salah satu komunitas saja.
"Kemudian sinergitas juga harus dirinci lagi, kami DPRD melakukan fungsi kontrol. Seperti dalam rapat kerja, rapat semesteran, rapat LKPJ dan lainnya. Kami berikan berbagai masukan dan koreksi teman-teman eksekutif. Koreksi kami lakukan berdasarkan aturan yang ada, tapi koreksi ini juga jangan sampai seperti anjing menggonggong kafilah berlalu. Harus ada perubahan atau perbaikan. Jadi sinergitas itu bukan cuma konsep, teori dan pidato saja tapi implementasinya harus jelas," ujarnya.
Sugianto mengatakan, di usianya ke-382 tahun ini DPRD Kabupaten Bandung memiliki sejumlah catatan dan evaluasi untuk Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal ini mengemuka dari berbagai hasil rapat internal bersama eksekutif. Terutama program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
"Di antaranya sampai sejauh mana efektif dan efisienmya dana bantuan bergulir non permanen tanpaa bung dan anggunan itu. Apakah benar-benar bisa mendongkrak ekonomi masyarakat. Kita akan melakukan evaluasi. Evaluasi juga akan kami lakukan pada program bantuan untuk guru ngaji, ini harus ada indikator yang benar-benar rinci. Sehingga uang Rp100 miliar yang dikeluarkan itu benar-benar menjamin peningkatan SDM," katanya.
Menurut Sugianto, dengan bantuan anggaran tersebut, selain mensejahterakan para guru ngaji dan meningkatkan keilmuannya. Juga harus ada peningkatan kualitas siswa atau santri yang telah diberikan pengetahuan agama itu harus ada peningkatan.
"Dari sinilah akan terbangun karakter warga Kabupaten Bandung. Apakah terbukti atau sebaliknya program itu gagal," katanya.
Hal lain yang harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung, karena masih menyisakan masalah adalah persoalan 1.200 guru honorer yang belum mendapatkan penyetaraan sertifikasi. Karena mereka ini adalah para guru yang berjuang mendidik anak bangsa.
"Sehingga perlu penyetaraan dari sisi kesejahteraannya. Itu juga terus kami dorong kepada Pemkab Bandung," katanya.
Kemudian, masalah infrastrukrur harus menjadi prioritas perhatian Pemkab Bandung. Masalah infrastruktur ini juga menjadi perhatian DPRD dan terus dilakukan evaluasi. Karena memang, saat ini cuaca ekstrim, dimana rawan hujan dengan ancaman bencana banjir dan longsor. Kata dia, ketika infrastruktur ini rusak harus dibangun kembali.
"Karena salah satu penunjang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya itu adalah infrastruktur. Kalau semua itu bagus maka itu akan bagus akan lebih baik lagi,"' ujarnya.
Sugianto melanjutkan, persoalan sampah pun masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Kabupaten Bandung. Berbagai program kerja dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, belum dapat menjawab permasalahan sampah di Kabupaten Bandung. Buktinya, tumpukan sampah dapat dengan mudah ditemukan diberbagai sudut jalan dan pemukiman.
"Soal sampah ini memang bukan hanya tanggungjawab Pemkab Bandung saja. Melainkan semua pihak termasuk masyarakat," katanya.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan, jika dalam sebulan ini pihaknya telah melaksanakan rangkaian berbagai kegiatan. Namun yang pasti, hingga saat ini pihaknya tidak pernah melupakan sejarah terbentuknya Kabupaten Bandung yang saat ini telah berusia 328 tahun. Ia menyadari, masih banyak hal yang harus dilakukan dengan berbagai inovasi untuk kemajuan Kabupaten Bandung.
"Insyaallah dengan dukungan pak Gubernur dan pak Presiden Kabupaten Bandung akan lebih maju, semakin bangkit, edukatif, agamis dan sejahtera," kata Dadang.*** (rd dani r nugraha)
Editor : Doni Ramdhani

