Sistem PPDB 2022, Ridwan Kamil: Adil dan Sistemnya Tangguh dan Transparan

Ridwan Kamil mengatakan, sistem PPDB 2022 itu akan mengurangi ribuan orang tua saat ini relatif cemas memastikan anaknya masuk sekolah.

Sistem PPDB 2022, Ridwan Kamil: Adil dan Sistemnya Tangguh dan Transparan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau pelaksanaan PPDB 2022 di kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa 7 Juni 2022.

 

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaksanakan pemantauan sistem PPDB 2022 di kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa 7 Juni 2022.

Ridwan Kamil mengatakan, ribuan orang tua siswa-siswi saat ini relatif cemas ingin memastikan anaknya masuk sekolah. Menurutnya, rasa was-was itu bisa dikurangi dengan adanya sistem PPDB 2022.

"Nah, sistem PPDB 2022 di Jabar ini sudah didesain sebagai sistem yang adil. Kedua, sistemnya juga tangguh dan transparan. Jadi, saya pesankan tadi tolong seadil-adilnya dan harus membela warga miskin," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Spanduk Hasutan Serang Iwan Setiawan, Pengamat Sebut Masyarakat Frustasi

Salah satu pembelaan warga miskin di Jabar diakuinya Pemprov Jabar memberikan bantuan keuangan kepada warga miskin yang sekolahnya di swasta.

"Perlu digarisbawahi, mau sekolah negeri, swasta sama saja, tidak ada bedanya. Kesuksesan tidak selalu diukur oleh sekolah formal. Untuk mendukung keadilan tadi, anggaran untuk warga tidak mampu, kalau sekolah negeri full gratis, kalau di sekolah swasta kita kasih anggaran uang," papar pria yang akrab disapa Emil itu.

Emil menambahkan, pada 2022 ini tahun spesial karena pada tahun lalu ada sekitar 70 anak tidak mampu yang digratiskan sebuah yayasan swasta.

Baca Juga: PMK Sebabkan Produktivitas Sapi Perah di Kabupaten Bandung Menurun Hingga 80 Persen

Tahun ini, pihaknya membuat program sekolah swasta peduli dhuafa. Kemungkinan, ada ribuan anak dhuafa yang nanti di sekolahnya di swasta tidak perlu bayar sama sekali selama 1-3 tahun.

"Nah, ini gotong royong yang luar biasa. Oleh karena itu sampaikan lewat media, pak gubernur mengucapkan terima kasih kepada sekolah swasta yang menggratiskan anak-anak dhuafa, yang dulunya hanya satu sekolah swasta, sekarang ada ratusan sekolah swasta ikutan dalam program keadilan bagi warga yang tidak mampu atau miskin," jelas Emil. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran