Soal Efisiensi Anggaran, Ngatiyana: Prioritas Dialihkan ke Program Berdampak Langsung
Efisiensi anggaran justru dijadikan Pemkot Cimahi momentum untuk memastikan setiap program tepat sasaran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat tak menyurutkan semangat Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.
Demikian pernyataan yang disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cimahi Utara.
Menurutnya, langkah efisiensi justru dijadikan momentum untuk memastikan setiap program tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
"efisiensi bukan berarti pengurangan pelayanan, melainkan penataan ulang prioritas anggaran agar lebih efektif dan berorientasi pada hasil," kata Ngatiyana, Sabtu 7 Februari 2026.
"Bagi Kota Cimahi, dengan adanya dampak efisiensi, semangat kita tetap tinggi. Kita bisa mengefisiensi program atau anggaran yang ada tanpa mengorbankan pelayanan," sambungnya.
Ngatiyana menjelaskan, Pemkot Cimahi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang memiliki dampak kurang optimal.
"Program tersebut akan dikurangi atau disesuaikan agar anggaran dapat dialihkan ke sektor yang lebih dibutuhkan," jelasnya.
Ngatiyana menyebut, ada sejumlah langkah konkret yang bakal diambil, antara lain pembatasan perjalanan dinas, pengurangan ATK dan pemangkasan konsumsi rapat.
"Jadi tidak diperbolehkan perjalanan dinas rombongan ke luar Provinsi Jawa Barat, kecuali dalam kondisi mendesak dengan undangan resmi dan jumlah peserta terbatas (hanya 1-2 orang)," sebutnya.
Kemudian, penggunaan alat tulis kantor dipangkas hingga 50 persen sejalan dengan perkembangan teknologi digital dan transformasi kerja berbasis elektronik.
"Untuk rapat internal tidak lagi difasilitasi makan minum, peserta diminta membawa tumbler masing-masing. Namun, tamu dari luar daerah tetap diberikan jamuan sebagai bentuk penghormatan,"bebernya.
Kendati ada pengetatan anggaran, Ngatiyana memastikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
"Pelayanan publik tidak terganggu dan sejumlah proyek pembangunan strategis terus digalakkan," ucapnya.
Lebih jauh Ngatiyana menuturkan, beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain pembangunan puskesmas, Bundaran Jati, Unit Pelayanan Disabilitas dan Rehabilitasi Sosial (UPDRS), rumah sosial/rumah singgah, serta laboratorium kesehatan.
Bahkan tahun ini, Pemkot Cimahi merencanakan pembangunan underpass sebagai infrastruktur penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurai kemacetan.
"Selama pengelolaan dan perencanaan matang, serta outcome-nya dirasakan masyarakat, anggaran akan tetap tepat sasaran dan bermanfaat," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

