Tak Hanya Minim Fasilitas MCK, Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Rongga Mulai Mengalami Sakit
Warga Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak bencana pergerakan tanah mulai mengeluhkan minimnya fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di tempat pengungsian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak bencana pergerakan tanah mulai mengeluhkan minimnya fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di tempat pengungsian.
Tak hanya itu, mereka juga mulai terserang batuk-batuk akibat kondisi cuaca dingin yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Seperti diketahui, sebanyak 48 kepala keluarga (KK) dengan 192 jiwa terpaksa diungsikan ke gedung Islamic Center lantaran terdampak bencana pergerakan tanah yang terjadi pada 19 Februari 2024.
"192 warga terdampak pergerakan tanah di tempat pengungsian mulai mengeluhkan minimnya fasilitas MCK dikarenakan mereka digabungkan di masjid. Tapi, pihak pemerintah berencana membuatkan MCK," kata Kepala Dusun (Kadus) Cibedug, Ade Rahmat (54) kepada wartawan, Senin 4 Maret 2024.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah menyiapkan stok logistik baik dalam bentuk makanan maupun kesehatan selama empat hari ke depan.
"Pemda KBB sudah mengirimkan bantuan seperti mie instan, selimut, pakaian, popok dan susu bayi," tuturnya.
"Itu cukup untuk empat hari ke depan dan disimpan di gudang logistik. Keluhan warga itu terkait air karena mereka harus berdesakan," sambungnya.
Dari awal kejadian, terang Ade, Pemda KBB sudah membuatkan posko kesehatan dan dapur umum bagi para pengungsi. "Termasuk, menyiagakan tenaga kesehatan di lokasi bersama petugas BPBD KBB, TNI dan Polri. Mereka stand by selama 24 jam," terangnya.
Kendati demikian, sambung Ade, warga pengungsi saat ini mulai mengeluh sakit, seperti batuk-batuk lantaran cuaca mulai memasuki musim penghujan.
"Stok untuk obat batuk sejauh ini belum begitu banyak sih, kalau tenaga kesehatan ada standby di lokasi dan ada poskonya," ucapnya.
Kemudian, sambung Ade, ratusan warga juga saat ini mulai merasa tidak betah berada di tempat pengungsian dan meminta agar pemerintah segera melakukan relokasi tempat secepatnya.
Rencananya, sambung Ade, warga bakal direlokasi ketempat yang sudah disiapkan pemerintah, yakni di Kampung Citulang yang berlokasi tak jauh dengan kantor Desa Cibedug.
"Kemarin, Pj Gubernur Jabar, Danramil dan Camat kemarin sudah meninjau lokasi tempat yang akan dijadikan pemukiman warga, kebetulan lokasinya strategis warga disini sepakat dan setuju kalau direlokasi ke tempat," ucapnya.
Meski begitu, Ade mengakui, pihaknya belum mengetahui pasti rencana relokasi terkait hal itu lantaran masih menunggu asesmen kajian dari BNPB, BMKG dan Badan Geologi.
"Terkait pembangunannya kami belum tahu rencananya kapan akan dibangun karena ada konfirmasi lebih lanjut, pihak desa dan kecamatan sudah siap warga direlokasi ke lokasi tersebut," ujarnya.*** (agus satia negara).
Editor : JakaPermana


