Target Nasional 30 Persen Belum Tercapai, Aktivasi IKD Warga Kota Bandung Masih Rendah

Kesadaran digital masyarakat Kota Bandung dalam memanfaatkan identitas kependudukan digital (IKD) dinilai masih rendah. Hal itu tercermin dari jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD yang hingga kini belum mencapai target nasional.

Target Nasional 30 Persen Belum Tercapai, Aktivasi IKD Warga Kota Bandung Masih Rendah
Kesadaran digital masyarakat Kota Bandung dalam memanfaatkan identitas kependudukan digital (IKD) dinilai masih rendah. Hal itu tercermin dari jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD yang hingga kini belum mencapai target nasional.

INILAHKORAN.ID - Kesadaran digital masyarakat Kota Bandung dalam memanfaatkan identitas kependudukan digital (IKD) dinilai masih rendah. Hal itu tercermin dari jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD yang hingga kini belum mencapai target nasional.

Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan, dari target 587.232 pengguna IKD baru sekitar 114.681 warga atau 19,53 persen yang telah melakukan aktivasi. Angka tersebut masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 30 persen.

“Kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan identitas kependudukan digital memang masih perlu ditingkatkan. Banyak warga yang belum memahami kegunaan dan keamanannya,” kata Tatang Muhtar, Jumat 16 Januari 2026.

Menurut ia, rendahnya tingkat aktivasi IKD tidak terlepas dari masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat identitas kependudukan digital. Padahal, IKD dirancang untuk memudahkan warga dalam mengakses layanan administrasi kependudukan secara cepat, aman dan praktis melalui perangkat digital.

Untuk meningkatkan adopsi IKD, Disdukcapil Kota Bandung mengambil langkah dengan mengoptimalkan peran petugas layanan di lapangan. Seluruh petugas, baik di kantor utama maupun di gerai pelayanan terpadu. Kini diwajibkan untuk menawarkan, sekaligus membantu aktivasi IKD kepada warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan lainnya.

“Setiap warga Kota Bandung yang datang mengurus layanan kependudukan, akan kami dorong untuk sekaligus mengaktifkan IKD. Tentu dengan prosedur resmi dan aman,” ucapnya.

Ia berharap, melalui pendekatan langsung kepada masyarakat saat mengakses layanan. Tingkat penggunaan IKD di Kota Bandung, dapat meningkat secara signifikan dan mampu memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

"Selain itu, peningkatan kesadaran digital masyarakat juga diharapkan dapat mendorong transformasi layanan publik yang lebih efektif dan efisien di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung," ujar dia.***


Editor : JakaPermana