Update Identifikasi Ponpes Al Khoziny: 55 Jenazah Teridentifikasi, 9 Kantong Masih Misteri

Berikut perkembangan terkait identifikasi jenazah santri Al Khoziny.

Update Identifikasi Ponpes Al Khoziny: 55 Jenazah Teridentifikasi, 9 Kantong Masih Misteri
korban ambruknya ponpes Al Khoziny

INILAHKORAN - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kembali mengumumkan hasil terbaru proses identifikasi korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Hingga Senin (14/10), sebanyak 55 jenazah dari total 67 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim forensik.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, menyampaikan dua identitas terbaru yang terkonfirmasi adalah Khafa Ahmad Maulana (15), warga Jalan Cendana, Ngawen, Sidayu, Gresik, dan Irham Giffari (16), warga Katerungan, Krian, Sidoarjo.

“Keduanya teridentifikasi berdasarkan hasil kecocokan DNA, pemeriksaan medis, serta properti kepemilikan antara data postmortem dan antemortem,” ungkap Khusnan di RS Bhayangkara Surabaya.

Menurutnya, proses identifikasi terhadap seluruh korban dilakukan secara teliti dan hati-hati dengan bantuan laboratorium DNA di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Jakarta.

“Dari 67 kantong jenazah yang kami terima, tersisa sembilan kantong yang masih belum teridentifikasi. Beberapa di antaranya berisi potongan tubuh atau body part,” jelasnya.

Khusnan menambahkan, pihaknya berharap seluruh proses identifikasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Namun, hal itu sangat bergantung pada kondisi sampel DNA yang diperiksa.

“Harapan kami minggu ini semua bisa selesai. Tapi kalau ada sampel yang rusak, perlu dilakukan pemeriksaan ulang sehingga membutuhkan waktu tambahan,” tuturnya.

Proses identifikasi korban ini menjadi bagian penting dalam upaya memberikan kepastian kepada keluarga korban tragedi robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny yang menelan banyak korban jiwa tersebut.


Editor : Firda Rachmawati