174 Korban Bencana Sumbar Sudah Teridentifikasi, Wakapolri Pastikan Proses Dipercepat dengan Sidik Jari

pemeriksaan sidik jari menjadi metode utama untuk mempercepat pengenalan identitas para korban yang terus berdatangan dari sejumlah lokasi terdampak.

174 Korban Bencana Sumbar Sudah Teridentifikasi, Wakapolri Pastikan Proses Dipercepat dengan Sidik Jari
Pemeriksaan jenazah korban bencana Sumbar menggunakan metode sidik jari

INILAHKORAN - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo memastikan proses identifikasi korban bencana di Sumatra Barat (Sumbar) dilakukan dengan metode paling cepat dan akurat. Hal itu ia sampaikan saat meninjau Posko Ante Mortem Polda Sumbar di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kamis 4 Desember 2025.

Dalam penjelasannya, Dedi menegaskan bahwa pemeriksaan sidik jari menjadi metode utama untuk mempercepat pengenalan identitas para korban yang terus berdatangan dari sejumlah lokasi terdampak.

“Tim menggunakan metode pemeriksaan sidik jari untuk mempercepat proses identifikasi korban bencana di Sumbar,” ujarnya.

Menurutnya, metode sidik jari melibatkan personel identifikasi khusus yang terbiasa bekerja cepat dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen, sehingga proses pengenalan jenazah dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Ia menambahkan bahwa selama sidik jari korban masih dapat diambil, DVI Polri mampu melakukan identifikasi jauh lebih cepat dibandingkan metode lainnya.

“Jika korban yang ditemukan masih bisa diambil sidik jarinya, maka ini pasti akan mempercepat proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI,” jelasnya.

Bagi jenazah yang sudah dalam kondisi tidak memungkinkan untuk pemeriksaan sidik jari, proses selanjutnya adalah tes DNA. Sampel DNA korban akan dicocokkan dengan DNA keluarga yang diperiksa di laboratorium Polri di Jakarta.

“Langkah selanjutnya adalah tes DNA yang nanti akan dicocokkan dengan DNA milik keluarga. Pemeriksaannya dilakukan di Jakarta,” terangnya.

Wakapolri memastikan laboratorium DNA milik Polri memiliki peralatan lengkap dan dapat mengeluarkan hasil dalam waktu sekitar tiga hari.

Dedi menegaskan bahwa seluruh unit terkait, termasuk Tim DVI dan Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), terus bekerja penuh agar seluruh jenazah segera dapat dikenali dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Peran Tim DVI dan Inafis terus kami maksimalkan agar jenazah dapat segera diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan jajaran Polri di daerah untuk tetap menjaga stabilitas keamanan selama proses pemulihan berlangsung di wilayah yang terdampak bencana.

174 Korban Sudah Teridentifikasi, 26 Masih Proses

Hingga Kamis, Tim DVI Polda Sumbar mencatat 200 korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda berbagai kawasan. Dari jumlah tersebut, 174 jenazah telah berhasil teridentifikasi, sementara 26 lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Dari 174 korban yang telah memiliki identitas, tercatat 86 laki-laki dan 87 perempuan, dan proses identifikasi masih terus berlangsung.


Editor : Firda Rachmawati