3 Tersangka Termasuk Staf Maskapai Diperiksa Usai Bocorkan Informasi Penerbangan Selebriti Termasuk BTS

Diduga sengaja bocorkan informasi penerbangan selebriti termasuk BTS, tiga tersangka diperiksa.

3 Tersangka Termasuk Staf Maskapai Diperiksa Usai Bocorkan Informasi Penerbangan Selebriti Termasuk BTS
Boy grup BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Para Selebriti ter.asuk BTS sering kali diikuti oleh Sasaeng fans bahkan sampai bisa duduk di kursi Penerbangan dekat sang idola.

Dan hal ini disebabkan oleh Sasaeng fans yang membeli Informasi Selebriti dari orang-orang yang mengetahui data pribadi sang artis.

Sekelompok individu yang secara ilegal sengaja membocorkan Informasi Penerbangan BTS dan Selebriti lainnya telah dirujuk ke jaksa penuntut.

Unit Investigasi Siber Kepolisian Metropolitan Seoul baru-baru ini mengirim tiga Tersangka, termasuk seorang karyawan Maskapai Penerbangan asing ( Tn. A ), ke Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul atas tuduhan melanggar Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi dan pelanggaran terkait lainnya.

Menurut polisi, Tn. A dan komplotannya secara ilegal mengakses detail Penerbangan selebritas ternama dan menjualnya kepada para broker, meraup puluhan juta won dalam prosesnya.

Para broker ini kemudian menyebarkan Informasi tersebut melalui ruang obrolan terbuka atau Pesan Langsung (Direct Message) di media sosial.

Selama penyelidikan, polisi mengamankan rincian tentang bagaimana Tn. A memperoleh Informasi dan melacak transaksi keuangan yang mengungkap struktur keuntungan dan peran para konspirator.

Di industri K-Pop, kebocoran Informasi Penerbangan artis telah lama menimbulkan masalah serius.

Penggemar yang disebut "Sasaeng" telah menggunakan Informasi Maskapai yang bocor untuk menaiki Penerbangan yang sama dengan idola mereka, mencoba menghubungi mereka di dalam pesawat, atau bahkan mengubah preferensi makanan tanpa persetujuan.

Dalam kasus ekstrem, beberapa penggemar telah membatalkan reservasi atau mengubah alokasi kursi, sehingga mengganggu jadwal para selebritas.

Untuk mengatasi hal ini, HYBE, agensi BTS, membentuk satuan tugas khusus pada tahun 2023 untuk melaporkan kasus-kasus tersebut kepada pihak berwenang.

HYBE juga melacak beberapa akun media sosial yang terlibat dalam perdagangan ilegal Informasi Maskapai Penerbangan dan menyerahkan bukti, termasuk detail identifikasi pengguna, kepada polisi.

Berkat kerja sama ini, polisi mempersempit Tersangka dan menangkap Tn. A pada bulan Februari, diikuti oleh dua orang lainnya pada bulan Maret.

HYBE menyatakan, “Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang selama penyelidikan dan proses hukum yang tersisa.”

“Kami akan menerapkan kebijakan tanpa toleransi dan mengambil tindakan hukum yang tegas tanpa penyelesaian atau keringanan hukuman terhadap siapa pun yang terlibat dalam kegiatan kriminal yang mengkomersialkan dan memperdagangkan Informasi pribadi artis,” tambah HYBE.***


Editor : Irma Nurfajri