30 Ton Beras SPHP Kembali Didistribusikan Pemkot Cimahi di Tiga Kecamatan 

Pemkot Cimahi kembali mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayahnya.

30 Ton Beras SPHP Kembali Didistribusikan Pemkot Cimahi di Tiga Kecamatan 
Kali ini, beras SPHP sebanyak 30 ton didistribusikan ke tiga kecamatan yang ada di wilayahnya, mulai dari Cimahi Utara, Tengah dan Selatan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Cimahi kembali mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayahnya.

Kali ini, beras SPHP sebanyak 30 ton didistribusikan ke tiga kecamatan yang ada di wilayahnya, mulai dari Cimahi Utara, Tengah dan Selatan.

"Alhamdulillah bulan ini kita keluarkan 30 ton, untuk di Kelurahan Cibabat mendapatkan 2 ton beras untuk dibagikan kepada masyarakat," kata Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Jumat 28 November 2025.
 
Ngatiyana menegaskan bahwa beras SPHP tersebut dijual di bawah harga rata-rata sebagai upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok. 

"Ini salah satu program yang kita lakukan secara rutin untuk membantu masyarakat," jelasnya.
 
Ia juga meluruskan bahwa distribusi beras SPHP bukan gratis, melainkan ada sistem jual dengan harga lebih murah, yaitu 5 kg seharga Rp55.000. 

"Ini meringankan beban sedikit kepada masyarakat. Bukan gratis, tapi program Sibesti ini membeli dengan harga lebih murah," ucapnya.
 
Pihaknya optimistis, program Sibesti dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Cimahi, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. 

"Mudah-mudahan kita sambil berjalan terus memperhatikan masyarakat," tutupnya.

Diketahui, program Sibesti bukan hanya sekadar memberikan beras murah kepada masyarakat. Lebih dari itu, program ini adalah wujud nyata komitmen Pemkot Cimahi untuk hadir di tengah kesulitan warganya. 

Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, Sibesti menjadi secercah harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka.


Editor : Doni Ramdhani