Ada yang Berumur 100 Tahun Lebih, Pemprov Jabar Siap Berangkatkan Jamaah Calon Haji 1444 H/2023 M yang DIdominasi Lansia

Pemprov Jabar memastikan siap menggelar pemberangkatan jamaah calon haji asal Jabar 1444 H/2023 M. Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan petugas pendamping haji khusus lansia.

Ada yang Berumur 100 Tahun Lebih, Pemprov Jabar Siap Berangkatkan Jamaah Calon Haji 1444 H/2023 M yang DIdominasi Lansia
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jabar, Dedi Supandi mengatakan, saat ini jamaah calon haji yang akan diberangkatkan Pemprov Jabar didominasi jamaah lansia. (rianto nurdiansyah)

Pemprov Jabar, jamaah calon haji

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar memastikan siap menggelar pemberangkatan jamaah calon haji asal Jabar 1444 H/2023 M. Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan petugas pendamping haji khusus lansia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jabar, Dedi Supandi mengatakan, saat ini jamaah calon haji yang akan diberangkatkan Pemprov Jabar didominasi jamaah lansia.

"Kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena 2020 tidak ada keberangkatan jamaah calon haji, 2021 juga tidak ada keberangkatan, lalu 2022 dibatasi keberangkatannya di bawah umur 65 tahun dan pada saat 2023 ini dibuka sesuai kondisi normal maka terjadilah seperti itu," kata Dedi dalam acara diskusi Gaspol IV bertajuk 'Pemerintah Teratur, Ibadah Haji Tahun 2023 Insya Allah Mabrur' di Citarum Hotel, Bandung, Selasa 16 Mei 2023.

Melihat kondisi itu, kata Dedi, maka Pemprov Jabar pun menyiapkan petugas pendamping haji khusus lansia yang memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

"Ada petugas pelayanan umum, ada petugas ibadah dan ada juga petugas kesehatan nah kita perbanyak petugas kesehatan sampai orang yang daftar online tiap daerah itu hampir full semuanya diterima karena kita memang membutuhkan kondisi disana," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menyinggung soal kesiapan Bandara Kerjajati yang menjadi tempat pemberangkatan jamaah calon haji tahun 2023.

Diakui Dedi, Bandara Kertajati memiliki beberapa kekurangan fasilitas penunjang, seperti, kurangnya jumlah ruang tunggu dan tempat charger handphone.

"Ruang tunggu saya berharap ditambah kursi kursinya karena tadi mengingat kondisinya banyak lansia terus juga mengupdate kondisi di hari ini bahwasannya sambil menunggu itu orang mencari colokan charger," imbuhnya.

"Makanya saya minta kemarin itu BIJB untuk menambah fasilitas itu termasuk juga progres pembangunan pasca peristiwa angin puting beliung, mudah mudahan cepat selesai. Karena waktu itu targetnya 3 Mei semuanya harus selesai," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan ibadah haji tahun 2023 mengusung tagline 'Haji Berkeadilan dan Ramah Lansia' ini, tidak lepas dari usaha untuk meningkatkan pelayanan.

"Maka dari tagline tersebut, di Jawa Barat ini untuk memberikan rasa keadilan dan pemerataan waitinglist di setiap kabupaten/kota maka di Jawa Barat ini memberlakukan kuota provinsi kabupaten/kota," ucap Azam.

"Sehingga di setiap kabupaten kota waitinglistnya tidak ada yang beda karena kami menggunakan rumus jumlah pendaftar dan jumlah waiting list dikoordinasikan kemudian keluarlah rumusan jumlah kuota masing2 kabupaten/kota," sambungnya.

Azam mengatakan, jamaah haji tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya dikarenakan para jamaah calon haji merupakan kategori lansia.

"Usia tertua jamaah calon haji Jawa Barat usianya 101 tahun ada satu jamaah, 102 tahun satu jamaah, dan 103 tahun ada dua jamaah," ungkapnya.

Azam mengaku, sejauh ini satu-satunya kendala yang dialami adalah jamaah haji yang sampai sekarang berhak melunasi itu belum melunasi sehingga pelunasan terus diperpanjang.

"Kenapa tidak mengambil orang yang sudah siap melunasi? Karena sesuai dengan tagline haji yang berkedilan. Ini akan diberikan kesempatan sampai dengan 19 Mei sementara pemberangkatan itu kita akan dimulai tanggal 23 di Bekasi dan 27 di Kertajati," katanya.*** (rianto nurdiansyah) 


Editor : Doni Ramdhani