Bogor Bersinergi Benahi Ciawi
KESEMRAWUTAN kembali menyelimuti Simpang Ciawi. Pemkot dan Pemkab Bogor bersinergi membenahi kawasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Simpang Ciawi kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk wilayah Bogor itu kembali semrawut, meski sebelumnya telah menjalani penataan besar-besaran.
Kondisi tersebut mendorong kedua pemerintah daerah memperkuat kolaborasi untuk mengembalikan fungsi jalan, menertibkan pedagang kaki lima (PKL), serta mengatur aktivitas kendaraan yang kerap mengganggu kelancaran lalu lintas.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan penataan tahap awal difokuskan pada pengembalian fungsi jalan. Saat melakukan inspeksi di kawasan Simpang Ciawi, pihaknya juga meninjau median jalan yang dinilai tidak representatif untuk kemudian digeser.
“Kami kolaborasikan, hari ini treatment-nya lebih ke mengembalikan fungsinya dulu. Untuk jalan tanpa ada PKL. Kemudian median jalan yang sekiranya tidak representatif kami geser hari ini,” kata Jenal.
Penataan tidak hanya menyasar PKL dan median jalan. Pengaturan arus kendaraan, termasuk bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar simpang, juga menjadi perhatian. Aktivitas tersebut perlu diarahkan ke lokasi yang sesuai agar tidak menambah kepadatan lalu lintas.
Jenal mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Bogor terkait langkah penataan. Pemerintah Kabupaten Bogor, menurutnya, juga telah menginstruksikan camat untuk mengkaji penataan kawasan tersebut.
“Agar tidak menambah kesemrawutan yang ada di Simpang Ciawi. Saya langsung telepon Pak Bupati, dan ternyata beliau juga sudah menginstruksikan camat untuk mengkaji penataan yang baik seperti apa. Dan saya rasa ini tidak bisa sendirian, harus bersama,” terangnya.
Dalam waktu dekat, Pemkot dan Pemkab Bogor akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah penataan lebih lanjut. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan mengingat sebagian besar kawasan Simpang Ciawi berstatus jalan nasional.
Camat Ciawi, Denny Kuswara, menilai kolaborasi kedua pemerintah daerah menjadi kunci untuk membenahi kawasan tersebut. Baginya, penataan Simpang Ciawi bukan semata urusan batas administrasi, melainkan tanggung jawab bersama.
“Butuh kerja sama yang luar biasa, kami adalah saudara. Kami tidak bicara kota dan kabupaten, ini adalah Bogor. Tanggung jawab bersama untuk menata Bogor yang lebih baik,” terang Denny.
Selain persoalan PKL dan aktivitas bus, pelanggaran lalu lintas berupa pengendara sepeda motor yang melawan arus dari Jalan Raya Tajur menuju Sukabumi juga menjadi sorotan. Jenal menyebut dirinya kerap menerima laporan mengenai pelanggaran tersebut.
Untuk mendukung pengawasan, Pemkot Bogor akan mengaktifkan kamera pengawas yang mengarah ke Jalan Raya Tajur. Dari dua CCTV yang tersedia, satu di antaranya dilaporkan rusak dan akan diperbaiki.
“Di sini ada dua CCTV, yang satu rusak akan kami perbaiki. Yang satu sudah kami fungsikan mengarah ke Jalan Raya Tajur. Akan kita aktivasi segera,” paparnya.
Jenal menegaskan, pelanggaran melawan arus akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kepolisian. Rekapitulasi pelanggaran selama sepekan terakhir juga direncanakan dipublikasikan melalui media sosial, dengan penindakan berupa tilang elektronik atau e-tilang oleh kepolisian. (gin)
Editor : Inilahkoran
