Buruh Tambang Bogor Geruduk Gedung Sate, Minta Kepastian Soal Kebijakan Dedi Mulyadi
Ratusan buruh tambang Kabupaten Bogor mendatangi Gedung Sate mereka menuntut kepastian penutupan aktivitas tambang oleh Dedi Mulyadi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pekerja tambang Kabupaten Bogor berunjuk rasa di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026.
Koordinator aksi sekaligus Ketua DPD Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SNBI) Jawa Barat, Yadi Suryadi mengatakan, kedatangan pihaknya tak lain untuk menuntut kepastian dari kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi terkait penutupan sementara tambang.
"Gubernur, wakil gubernur, minimal Sekda turun ke bawah. Kita hanya ingin berdiskusi," teriak Yadi dalam aksi.
Dia mengatakan, pemberhentian aktivitas tambang sejak September 2025 silam berdampak pada ketidakpastian nasib pekerja tambang.
"Katanya sementara, tapi tidak ada kejelasan. Sementara itu sampai kapan? Itu yang menjadi pertanyaan masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada buruh tambang, tetapi juga pengusaha dan masyarakat sekitar. Bahkan yang diuntungkan justru pihak di luar Jawa Barat, akibat terhentinya aktivitas pertambangan lokal.
Selain itu, harga bahan material bangunan di Jabar mengalami kenaikan signifikan imbas penutupan tambang tersebut. Kenaikan harga itu kata Yadi, berpotensi menghambat proses pembangunan.
"Harga bahan material bisa naik sampai dua kali lipat. Ini jelas menghambat pembangunan," ungkapnya.
Sebab itu, pihaknya mendesak Dedi Mulyadi agar memberikan kepastian hukum bagi usaha pertambangan yang telah mengantongi izin resmi.
Buruh dan pengusaha tambang menuntut kejelasan, bagi perusahaan tambang yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), maupun yang sedang mengajukan perpanjangan izin.
Yadi menyebut peserta aksi akan terus berdatangan dari berbagai daerah, seperti Padalarang Kabupaten Bandung Barat, hingga Kabupaten Subang.
"Dari aliansi semua. Ini datang dari Bogor, dari Subang, dari Padalalang, dan dari daerah lainnya. Dan kita akan terus berdatangan, karena di sini banyak, selain masyarakat yang terdampak," katanya.
Dalam unjuk rasa ini, Asda 2 Setda Jabar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna sempat mendatangi peserta aksi untuk beraudiensi. Dia memastikan, aspirasi akan disampaikan kepada Gubernur Dedi Mulyadi.
Peserta aksi tiba di Gedung Sate sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan truk dan bus, yang mana mereka berasal dari Cigudeg, Parungpanjang dan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, aktivitas tambang di tiga kecamatan, Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang ditutup sementara oleh Pemprov Jabar. Sebagai gantinya, warga terdampak mendapatkan kompensasi sebesar Rp3 juta per bulan dan direncanakan selama tiga bulan, selama proses kajian dari akademisi mengenai tambang di kawasan tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti


