Cileuncang hingga Sampah, Potret Kusam Soreang Jelang HUT ke-385 Kabupaten Bandung
Banjir cileuncang, tumpukan sampah hingga fasilitas publik yang rusak masih mudah ditemukan di kawasan Soreang jelang HUT ke-385 Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wajah ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang dinilai masih semrawut menjelang Hari Jadi ke-385 pada April 2026.
Sejumlah persoalan klasik seperti banjir cileuncang, tumpukan sampah hingga fasilitas publik yang rusak masih mudah ditemukan di kawasan Soreang yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung.
Di sepanjang Jalan Raya Soreang, tepat di sekitar kompleks Kantor Bupati Bandung, genangan air kerap muncul saat hujan. Kondisi jalan pun memprihatinkan, dengan aspal terkelupas dan lubang yang dipenuhi air.
Yulis Yulianti (46), warga Soreang, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan.
“Sebagai ibu kota kabupaten, seharusnya fasilitasnya lebih baik. Tapi yang ada justru sebaliknya, banyak yang rusak dan kurang terurus,” kata Yuli Kamis (2/4/2026).
Tak hanya jalan rusak, persoalan sampah juga mencolok. Tumpukan sampah hasil pengerukan selokan terlihat menumpuk di trotoar, termasuk di depan kantor cabang Bank BJB Soreang.
Dadan Ramdan (38), warga lainnya, menyebut kondisi itu sangat mengganggu pemandangan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
“Sudah diangkut dari selokan, tapi malah dibiarkan menumpuk di trotoar. Jadinya kotor dan bau,” katanya.
Pada malam hari, minimnya penerangan jalan memperparah kondisi. Jalan gelap dan berlubang dinilai berbahaya bagi pengendara.
Ironisnya, kondisi tersebut berada tepat di kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Bandung.
Situasi ini pun dinilai berbanding terbalik dengan berbagai klaim capaian pembangunan dan penghargaan yang kerap disampaikan Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna.***
Editor : Bsafaat
