Dedi Mulyadi Dorong Bandung Jadi Sentra Pertunjukan, Pemprov Jabar Siap Bantu Bangun Infrastruktur

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendorong Kota Bandung dapat menjadi sentra pertunjukan di Provinsi Jabar.

Dedi Mulyadi Dorong Bandung Jadi Sentra Pertunjukan, Pemprov Jabar Siap Bantu Bangun Infrastruktur
Dedi Mulyadi pun meminta, agar Pemkot Bandung untuk menyiapkan lokasi untuk sentra pertunjukan. Mulai dari kegiatan untuk acara musik, maupun lainnya. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendorong Kota Bandung dapat menjadi sentra pertunjukan di Provinsi Jabar.

Dedi Mulyadi pun meminta, agar Pemkot Bandung untuk menyiapkan lokasi untuk sentra pertunjukan. Mulai dari kegiatan untuk acara musik, maupun lainnya.

"Nanti biar Pemprov yang bangun. Gedung pertemuan yang representatif, yang bisa menampung 5-10 ribu dimana, biat Pemprov yang bangun," ujar Dedi usai mengikuti Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HKJB) ke 215 di Kantor DPRD Kota Bandung, Kamis 25 September 2025.

Dia berharap, dengan banyaknya infrastruktur yang dibangun di Kota Bandung, seperti sentra seni dan budaya, kuliner, serta olahraga dapat menjadi magnet bagi Jawa Barat.

"Sehingga nanti Bandung tumbuh lagi menjadi kota yang menjadi pusat kuliner, pusat pertunjukan seni, kemudian juga kota yang mencerminkan hamparan taman yang indah, serta bangunan-bangunan heritage yang tertata. Itulah Bandung. Bandung mah pokokna geulis," ucapnya.

Terlebih menurutnya, Kota Bandung memiliki fiskal yang cukup kuat, hampir Rp7 triliun. Maka dari itu diharapkannya, rencana besar ini dapat direalisasikan maksimak di 2027 mendatang.

"2027 sudah kelar semuanya. Karena sebentar lagi 2028. 2028 kan sudah lain ceritanya nanti," kata Dedi.

Disinggung mengenai moda transportasi publik, Dedi menekankan pada konektivitas antar wilayah. Hanya saja diakuinya, transportasi publik skala perkotaan tidak bisa diterapkan di Kota Bandung.

"Karena jalan Bandung mah sempit. Kemudian banyak pohon. Jangan sampai nanti transportasi publik yang besar yang massal itu menghancurkan tata Kota Bandung," tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti Jalan Pasteur dan jembatan layang Pasopati atau kini bernama Mochtar Kusumaatmadja, dimana kini kesan Bandung menjadi hilang.

"Saya ingin ke depan tetap Bandung sebagai kota pohon. Kemudian kota taman. Bangunan-bangunan heritage harus terpertahankan. Tapi transportasi publiknya bisa terkelola dengan baik," harapnya.

Terlebih diakuinya, Bandung sejatinya hanya macet pada akhir pekan, karena kunjungan wisatawan. Dimana diakuinya menjadi berkah, karena menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kalau Sabtu-Minggu tidak macet, kasihan Pak Wali Kota (Muhammad Farhan), pendapatan daerahnya tidak naik. Berarti tidak ada yang berkunjung ke Bandung," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani