Dirum Perumda PPJ Resmi Ajukan Pengunduran Diri

Dirum Perumda PPJ Resmi Ajukan Pengunduran Diri
RESMI DILANTIK: Pengurus Senam Tera Indonesia (STI) Kota Bogor masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Ruang Serbaguna Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (5/8).

Oleh : Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pergantian pemimpin di sebuah badan usaha milik daerah bukan sekadar urusan administrasi. Di baliknya, ada pelayanan publik yang harus tetap berjalan, roda organisasi yang tak boleh berhenti, serta harapan agar perubahan benar-benar membawa perbaikan.

Situasi itu kini dihadapi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor setelah Direktur Umum, Samsudin, mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Saat dikonfirmasi, Samsudin membenarkan kabar tersebut. Namun, dia belum menjelaskan alasan di balik keputusannya.

“Ya, betul. Saya tengah meeting di luar,” ujarnya singkat kepada INILAH, Rabu (5/8).

Kabar pengunduran diri itu segera mendapat perhatian Komisi II DPRD Kota Bogor. Ketua Komisi II, Achmad Rifky Alaydrus, menegaskan proses pergantian direksi tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun operasional perusahaan.

“Bagi kami Komisi II, yang paling penting adalah jangan sampai proses pergantian atau kekosongan jabatan direksi ini mengganggu pelayanan, operasional, dan agenda pembenahan Perumda Pasar Pakuan Jaya,” katanya.

Menurut Rifky, Pemerintah Kota Bogor selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) perlu segera memastikan adanya Pelaksana Tugas (Plt) atau mekanisme kepemimpinan yang jelas agar tidak terjadi kevakuman dalam pengambilan keputusan strategis.

Dia juga meminta hasil evaluasi Dewan Pengawas terhadap kinerja direksi menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan langkah selanjutnya.

“Jangan hanya berhenti pada pergantian orang. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola, perbaikan kinerja keuangan, optimalisasi aset dan pasar, serta peningkatan kontribusi Perumda PPJ terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor,” ujarnya.

Rifky menekankan, apabila pergantian direksi memang dilakukan, prosesnya harus berlangsung secara objektif, transparan, profesional, dan menghasilkan sosok yang memiliki kompetensi, integritas, serta visi yang kuat untuk membenahi perusahaan.

(gin)


Editor : Inilahkoran