Dukung Ketahanan Pangan, Polres Cimahi Tanam Jagung di Lahan Seluas 1,7 Hektare

Polres Cimahi memanfaatkan ribuan hektare lahan tidur menjadi lokasi penanaman jagung dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Cimahi Tanam Jagung di Lahan Seluas 1,7 Hektare
Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adiputra saat memanen jagung di lokasi penanaman jagung di Bandung Barat, Selasa (9/6/2026). Polrea Cimahi memanfaatkan ribuan hektare lahan tidur sebagai lokasi penanaman jagung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

INILAHKORAN.ID – Lahan-lahan yang sebelumnya terlantar dan tidak produktif di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat kini berubah menjadi sumber harapan. Ribuan hektare lahan tersebut telah diolah dan ditanami jagung, yang kini mulai menunjukkan hasilnya sebagai bagian dari upaya nyata mendukung ketahanan pangan nasional. 

Inisiatif ini digagas oleh Kepolisian Resor (Polres) Cimahi sebagai bentuk kontribusi nyata di luar tugas pokok pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra mengungkapkan, kehadiran Polri tak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, namun juga aktif berperan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, program penanaman jagung ini merupakan wujud dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi komoditas strategis pertanian, sekaligus mengubah lahan yang tidak bernilai menjadi aset ekonomi yang bermanfaat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga saat membangun. Melalui program ini, lahan yang tadinya menganggur kini menghasilkan panen," kata Niko, Selasa (9/6/2026).

"Harapannya, produksi pangan daerah meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” sambungnya.

Secara keseluruhan, terang Niko, Polres Cimahi menargetkan pengolahan lahan seluas 1.700 hektar dengan estimasi hasil panen mencapai 2.500 ton jagung

"Seluruh hasil panen yang memenuhi standar kualitas akan diserap langsung oleh Perum Bulog," terangnya.

Niko menyebut, persyaratan yang ditetapkan cukup ketat, yaitu kadar air di bawah 14 persen dan kandungan antitoksin tidak melebihi 50 ppb untuk menjamin kualitas hasil panen.

Hingga pertengahan Juni 2026, progres pelaksanaan program ini terus berjalan. Dari target luas lahan, tercatat sudah ada 334,5 hektare yang berhasil ditanami. 

"Sebagian di antaranya telah memasuki masa panen, dengan total hasil tercatat mencapai 377,5 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 ton telah dinyatakan memenuhi syarat dan resmi diserap oleh Bulog," paparnya.

Untuk memastikan keberhasilan dan kualitas hasil panen, sambung Niko, pihaknya juga memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada kelompok tani setempat. 

Ia menyebut, bantuan yang disalurkan meliputi traktor pengolah tanah, pupuk NPK, serta bibit jagung unggul jenis hibrida yang memiliki daya tumbuh dan hasil lebih baik.

“Bantuan ini kami berikan agar petani lebih mudah mengolah lahan dan mendapatkan hasil panen yang maksimal," ucapnya.

"Kami berharap semua fasilitas ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” imbuhnya.


Editor : Ahmad Sayuti