Harapan Terang dari Festival Layang-layang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Festival Layang-layang tingkat internasional di Kabupaten Garut memunculkan harapan terang akan terangkatnya perekonomian masyarakat.
Akankah menjadi agenda tahunan? Dorongan itu datang dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Daerah Pemilihan Kabupaten Garut, Aten Munajat. Dia begitu yakin, Festival Layang-layang sudah layak menjadi event setahun sekali yang mampu menggerakkan sektor ekonomi di wilayah tersebut.
"Ke depan diharapkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Jawa Barat maupun nasional," kata Aten Munajat di Garut, Minggu (2/8).
Aten yang meninjau langsung pelaksanaan Festival Layang-Layang di Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut itu mengaku bangga kegiatan internasional yang melibatkan 13 negara termasuk Indonesia dapat digelar di Garut.
Festival Layang-Layang Internasional itu, kata dia, merupakan ajang yang positif karena tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi mampu mengangkat nama Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut di tingkat internasional.
Ia menyebutkan, kegiatan yang mampu menghadirkan banyak orang itu telah memberikan dampak positif untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, di antaranya sektor pariwisata kemudian perhotelan, kuliner, termasuk pelaku UMKM sampai ekonomi kreatif.
"Tentunya akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berbagai sektor usaha lainnya," kata Aten.
Ia berharap, agenda serupa tahun berikutnya bisa kembali dilaksanakan secara bergilir di berbagai tempat yang memiliki potensi pariwisata di Kabupaten Garut maupun daerah lainnya di Jawa Barat.
"Dengan demikian, manfaat ekonomi dan promosi daerah dapat dirasakan lebih merata," katanya.
Ia menambahkan, kualitas penyelenggaraannya juga dapat lebih ditingkatkan dari sisi peserta yang dilibatkan agar lebih banyak dari berbagai negara, maupun provinsi di Indonesia.
Selain itu, lanjut dia, lebih banyak lagi masyarakat lokal tempat diselenggarakannya kegiatan, kemudian lebih besar lagi promosinya, juga dapat menjadi momentum untuk pelestarian kesenian dan budaya.
"Festival ini diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya, pengembangan 'sport tourism', dan wisata keluarga, sekaligus memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata kelas dunia," katanya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga menyatakan Festival Layang-Layang atau Garut International Kite Festival 2026 merupakan momentum untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Garut.
"Yang pasti juga lebih mengenalkan lagi Garut kepada komunitas internasional," kata Bupati usai pembukaan Garut International Kite Festival 2026 di Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, Kabupaten Garut baru pertama kali menggelar Festival Layang-Layang tingkat internasional yang digelar di kawasan pegunungan sebagai daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kegiatan itu, kata dia, mampu menarik orang dari berbagai daerah tidak hanya pengunjung lokal Garut, tapi juga dari kota besar dan mancanegara datang ke Garut untuk menyaksikan Festival Layang-Layang. (bsf)
Editor : Inilahkoran


