Harga Pangan Meroket, Dispangtan Kota Cimahi Pastikan Ketersediaan Masih Memadai

Kondisi kenaikan pangan sebagai dampak kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino kini tengah dirasakan masyarakat Cimahi.

Harga Pangan Meroket, Dispangtan Kota Cimahi Pastikan Ketersediaan Masih Memadai
Kendati demikian, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi memastikan ketersediaan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warganya kendati saat ini terjadi kenaikan harga pangan tersebut. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Kondisi kenaikan pangan sebagai dampak kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino kini tengah dirasakan masyarakat Cimahi.

Kendati demikian, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi memastikan ketersediaan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warganya kendati saat ini terjadi kenaikan harga pangan tersebut.

"Untuk stok, insyaallah masih cukup. Bahkan, setiap hari kita lakukan pemantauan distribusi beras yang masuk ke Cimahi," ungkap Kepala Dispangtan Kota Cimahi Tita Mariam kepada wartawan.

Tita menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi dan Bulog guna memastikan ketersediaan pangan di Kota Cimahi.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait persoalan pangan ini,” sebutnya.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, Tita mengakui adanya kenaikan harga beras yang sudah terjadi sejak kemarau panjang melanda. Akibatnya, sawah-sawah petani mengalami kekeringan.

“Kenaikan mulai terasa sejak cuaca kemarau sehingga mempengaruhi produktivitas padi. Ketika barang berkurang secara otomatis ada kenaikan harga, itu kan hukum ekonomi,” ucapnya.

Tita menyebut, kini rata-rata pedagang menjual beras medium Rp13.500 per kilogram. Harga tersebut melebihi harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp10.900 per kilogram.

"Sementara harga sebelumnya dijual rata-rata Rp11.000 per kilogram," ucapnya.

Lebih lanjut Tita menuturkan, kondisi serupa terjadi pada beras premium yang kini dijual Rp14.500 per kilogram di mana harga tersebut melebihi HET yang sudah ditetapkan, yakni Rp13.900 per kilogram.

"Padahal kalau harga normalnya Rp12.500 per kilogram," ucapnya.

Salah seorang pedagang beras asal Cimahi, Moreno (33) mengakui adanya kenaikan beras yang terjadi sejak bulan Juli 2023.

"Juli itu sudah naik, namun Agustus kemarin paling tinggi, kemudian selang sehari ada perubahan harga dan terus merangkak naik," sambungnya.

Menurutnya, tingginya harga beras tersebut berdampak terhadap daya beli masyarakat yang mulai mengurangi jumlah pembelian.

Misalnya saja, kata Moreno, masyarakat yang biasanya membeli beras sebanyak 10 kilogram, kini dikurangi menjadi 5 kilogram.

"Kalau masyarakat yang daya belinya kurang, kebanyakan sekarang belinya dikurangi karena harganya memang mahal,” keluhnya.

Moreno menilai, kenaikan harga beras yang saat ini tengah terjadi disebabkan kemarau panjang yang membuat produksi beras di berbagai wilayah mengalami penurunan.

Alhasil, harga jual dari pemasoknya pun mengalami kenaikan.

"Kemarau ini memang jadi penyebab soalnya mempengaruhi hasil panen, jadi berkurang. Dari pemasoknya memang sudah naik. Biasanya saya dikirim dari Cianjur, Sragen dan daerah lainnya," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani