Jawab Keresahan FKSS Soal Penambahan Rombel, Disdik Jabar Tegaskan Masih Banyak Siswa yang Tidak Tertampung

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menegaskan, Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jabar sejatinya tidak perlu resah mengenai kebijakan penambahan jumlah rombongan belajar (Rombel), karena masih banyak siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Jawab Keresahan FKSS Soal Penambahan Rombel, Disdik Jabar Tegaskan Masih Banyak Siswa yang Tidak Tertampung
Meski ada kebijakan penambahan Rombel, tidak seluruh sekolah SMA maupun SMK kata Kepala Disdik Jabar Purwanto, bakal memberlakukannya. Selain itu, masih ada sekitar 450 ribu lulusan SMP yang belum tertampung di SMA dan SMK negeri pada tahun ini. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menegaskan, Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jabar sejatinya tidak perlu resah mengenai kebijakan penambahan jumlah rombongan belajar (Rombel), karena masih banyak siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Meski ada kebijakan penambahan Rombel, tidak seluruh sekolah SMA maupun SMK kata Kepala Disdik Jabar Purwanto, bakal memberlakukannya. Selain itu, masih ada sekitar 450 ribu lulusan SMP yang belum tertampung di SMA dan SMK negeri pada tahun ini.

"Kan masih ada sekitar 450 ribuan anak-anak tidak diterima di negeri yang bisa masuk ke swasta," ujar Purwanto, saat dihubungi Rabu 9 Juli 2025.

Purwanto menegaskan, bahwa kebijakan penambahan Rombel tersebut untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang rawan putus sekolah, seperti yang diinginkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

"Yang diinginkan oleh Pak Gubernur ingin bahwa sekolah-sekolah negeri ini bisa memberikan layanan akses kepada warga Jawa Barat kan gitu," ucapnya.

Menurutnya, kebijakan juga menjadi momentum bagi sekolah swasta di Jabar untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana, sehingga bisa lebih baik sehingga tetap menjadi pilih orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Dia berpendapat, sampai saat ini masih banyak sekolah swasta yang tidak kekurangan jumlah siswa setiap tahun ajaran baru. 

"Kemudian ya ini momentum buat kita untuk bagaimana agar sekolah-sekolah yang ada itu bisa memperbaiki tata kelolanya. Masih banyak sekolah swasta juga yang peminatnya banyak," tutupnya. 


Editor : Doni Ramdhani