Jika Tidak Dipidana, Dedi Mulyadi Minta Pelaku Pungli Masuk Barak Militer

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, selain dipidanakan, pelaku pungutan liar (pungli) juga dapat masuk ke barak militer untuk dibina.

Jika Tidak Dipidana, Dedi Mulyadi Minta Pelaku Pungli Masuk Barak Militer
Opsi dimasukkan ke barak militer itu, kata Dedi Mulyad, memungkinkan,di mana mereka para pelaku pungli dapat menjalani pelatihan untuk bekerja di kemudian. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, selain dipidanakan, pelaku pungutan liar (pungli) juga dapat masuk ke barak militer untuk dibina.

Opsi dimasukkan ke barak militer itu, kata Dedi Mulyad, memungkinkan,di mana mereka para pelaku pungli dapat menjalani pelatihan untuk bekerja di kemudian.

"Ya kalau mau di-barakmiliter-kan, kemudian nanti mengikuti pelatihan, kemudian diarahkan untuk bekerja pada sektor apa," kata Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 22 Desember 2025.

Kans ini dinilainya dapat menjadi solusi, bila memang dibutuhkan untuk menjadi tenaga kerja resmi. Seperti Kota Bandung, yang didorongnya pelaku pungli yang viral menjadi tenaga parkir resmi.

"Kan gitu, itu yang menjadi solusi. Misalnya nanti direkrut menjadi tenaga parkir resmi. Jukir resmi ya, Pak dilatih," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengaku opsi tersebut memungkinkan terjadi guna mencegah pungli di Bandung.

"Bisa," kata Rasdian singkat, menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi.


Editor : Doni Ramdhani