Kabupaten Cirebon Kembangkan Kawasan Sport Center dengan Membangun 30 Shelter Senilah Rp4,5 Miliar di Watubelah

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon sudah melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan pengembangan kawasan sarana olahraga yang ada di sport center Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kabupaten Cirebon Kembangkan Kawasan Sport Center dengan Membangun 30 Shelter Senilah Rp4,5 Miliar di Watubelah
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Ardiles Alfa Jatiwantoro, mengatakan, setelah selesai melakukan FS, dalam waktu dekat ini Disperdagin akan segera melakukan sosialisasi, terutama di wilayah Kelurahan Watubelah.

INILAHKORAN, Cirebon - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon sudah melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan pengembangan kawasan sarana olahraga yang ada di sport center Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Di lokasi pembangunan jogging track ini, rencananya bakal dibangun pula kawasan yang memiliki nilai ekonomi, budaya hingga pariwisata. 

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Ardiles Alfa Jatiwantoro, mengatakan, setelah selesai melakukan FS, dalam waktu dekat ini Disperdagin akan segera melakukan sosialisasi, terutama di wilayah Kelurahan Watubelah.

Menurut Ardiles, pengembangan kawasan penunjang sport center Watubelah ini merupakan kegiatan lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Bahkan, ide pengembangan kawasan tersebut sudah digaungkan beberapa tahun lalu. Tahun ini, Disperdagin telah memulai kegiatannya dengan menyelesaikan pembuatan FS.

"Di situ nanti kita akan membangun kawasan yang temanya bukan hanya ekonomi, tapi ada budayanya, ekonomi kerakyatan, pariwisata, dan tentu ada sarana olahraganya yaitu jogging track," kata Ardiles Alfa Jatiwantoro, Selasa 10 Juni 2025.

Ia menjelaskan, sejumlah SKPD yang terlibat dalam pengembangan kawasan sport center Watubelah di antaranya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) dan lainnya.

"Kita sudah punya grand design, misalkan pariwisata belum membangun ini, silahkan dibangun, misal butuh tanaman, dinas lingkungan hidup masuk, nah jadi kita kolaborasi sama SKPD-SKPD lain," ungkapnya.

Disperdagin sendiri rencananya akan membangun 100 unit shelter di kawasan tersebut di atas lahan seluas 2,2 hektar. Namun untuk tahun ini, pembangunan shelter akan dilakukan sebanyak 30 unit dengan besaran anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp4,5 miliar.

"Pembangunan secepatnya, insyaallah di anggaran murni ini sudah digelar," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani