Kang Asded Ajak Warga KBB Teladani Kepemimpinan Demokratis Nabi Ibrahim

Asep Dedi mengajak seluruh masyarakat dan elemen pemerintahan untuk memaknai momen suci ini bukan sekadar sebagai tradisi tahunan kurban.

Kang Asded Ajak Warga KBB Teladani Kepemimpinan Demokratis Nabi Ibrahim
Asep Dedi mengajak seluruh masyarakat dan elemen pemerintahan untuk memaknai momen suci ini bukan sekadar sebagai tradisi tahunan kurban.

INILAHKORAN.ID – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi mengajak seluruh masyarakat dan elemen pemerintahan untuk memaknai momen suci ini bukan sekadar sebagai tradisi tahunan. 

Lebih dari itu, menurutnya ibadah kurban harus dijadikan sarana memperkuat ketakwaan, mempererat solidaritas sosial, sekaligus meneladani nilai-nilai kepemimpinan sejati yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS, yang Demokratis, komunikatif, dan penuh keikhlasan.

"Kurban memiliki makna mendalam yang menyentuh berbagai aspek kehidupan umat Islam, mulai dari hubungan vertikal dengan Sang Pencipta hingga dampak nyata secara sosial dan ekonomi di tengah masyarakat," kata pria yang akrab disapa Kang Asded ini, Selasa (26/5/2026).

Secara bahasa, jelas Kang Asded, kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang intinya mengajarkan manusia untuk rela berkorban harta, waktu, dan perasaan demi meraih ridha Ilahi, sebagaimana keteladanan luar biasa yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putra beliau, Nabi Ismail AS.

“Ada tiga dimensi utama dalam ibadah kurban yang harus kita pahami dan amalkan. Pertama, dimensi vertikal, bentuk ketaatan dan kepasrahan total manusia kepada Allah SWT," jelasnya. 

"Kedua, dimensi sosial, lewat pembagian daging kepada yang kurang mampu sebagai wujud berbagi. Ketiga, dimensi spiritual, yaitu momen membersihkan diri dari sifat egois dan individualisme,” sambungnya.

Secara khusus, Kang Asded menyoroti nilai kepemimpinan yang tersimpan dalam kisah perjalanan Nabi Ibrahim AS yang sangat relevan untuk diterapkan dalam tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat saat ini. 

Ia mencontohkan, meski menerima perintah langsung dari Allah SWT, Nabi Ibrahim tetap mengedepankan dialog dan musyawarah. Inilah hakikat pemimpin Demokratis: tetap menghargai pendapat orang lain, komunikatif, dan tidak bertindak otoriter semata-mata karena merasa berkuasa.

“Sementara itu, Nabi Ismail AS memberikan teladan tentang keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan luar biasa saat menghadapi ujian berat," ujarnya. 

"Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan, baik oleh para pemimpin daerah maupun masyarakat luas, untuk melewati berbagai tantangan pembangunan dan kemajuan daerah ke depan,” tambahnya.

Lebih jauh, Kang Asded mengingatkan, kurban merupakan bagian dari syariat Islam dengan hukum sunnah muakkadah, sangat dianjurkan bagi yang mampu dan bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. 

"Inti dari ibadah ini terletak pada kebenaran niat dan pelaksanaan yang sesuai tuntunan agama, bukan sekadar mengikuti arus tradisi tanpa pemahaman makna," ujarnya.

Tak hanya soal ritual agama, Kang Asded juga menyoroti dampak luas kurban bagi kehidupan daerah. Dari sisi sosial, kurban menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan agar kebahagiaan tidak hanya dirasakan kalangan mampu, tapi juga fakir miskin, yatim piatu, dan janda kurang mampu. 

Sementara secara ekonomi, ibadah ini menjadi penggerak roda ekonomi riil, menguntungkan peternak, tenaga kerja penyembelih, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan. 

"Bahkan, semangat kurban bisa menjadi gerakan hijau jika dikelola dengan rapi dan bersih, sejalan dengan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin atau kasih sayang bagi seluruh alam," ungkapnya.

Menjelang hari puncak perayaan, Kang Asded juga menyampaikan mengimbau kepada warga yang berniat berkurban, ia memastikan hewan yang disembelih memenuhi syarat syariat, yakni sehat, tidak cacat, dan cukup umur. 

"Bagi panitia, daging wajib dibagikan secara adil dan tepat sasaran, dengan prioritas utama bagi mereka yang benar-benar membutuhkan," imbaunya.

Terakhir, ia mengingatkan aspek kebersihan dan ketertiban lingkungan agar proses penyembelihan tidak menimbulkan pencemaran atau gangguan kenyamanan warga sekitar.

“Dengan semangat pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan yang kita tunjukkan saat Idul Adha, insya Allah Bandung Barat akan menjadi daerah yang lebih maju, lebih baik, dan senantiasa penuh keberkahan untuk seluruh warganya,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana