KBB Berencana Miliki TPA Sendiri, DLH Sebut Butuh Lahan Seluas 15 Hektare
Pemda KBB berencana untuk memiliki lahan tempat pembuangan sampah khusus untuk warga Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Terbatasnya jatah pembuangan sampah yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat Pemda harus memutar otak untuk menemukan solusi menyikapi persoalan tersebut.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemda KBB berencana untuk memiliki lahan tempat pembuangan sampah khusus untuk warga Bandung Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ibrahim Aji mengatakan, setidaknya dibutuhkan lahan seluas 15 hektare yang terbagi di tiga wilayah di Bandung Barat.
"Kita saat ini tengah mencari lahan untuk dijadikan TPA khusus KBB," katanya, Kamis 14 September 2023.
Ibrahim mengaku, sebelumnya pihaknya pun berencana untuk mengaktifkan kembali eks TPA Pasir Buluh Lembang.
Kendati demikian, lantaran kondisi lahan rawan longsor, sehingga tidak memungkinkan untuk kembali dibuka.
"Pasir Buluh sudah kita cek ternyata beresiko rawan longsor jadi kita skip dulu sementara," ujarnya.
Adapun opsi lain, sambung Ibrahim, pihaknya saat ini tengah melakukan pengkajian lahan TPAS di beberapa titik di Bandung Barat.
"Kita sudah melihat yang di Citapen, Kecamatan Cihampelas oleh tim DLH Bandung Barat, dan saat ini sedang dikaji. Untuk lahan sendiri di Citapen ada sekitar 2 hektar," ucapnya.
"Selain di Citapen, ada lahan juga di dekat pintu keluar tol Cikamuning ada 2 hektar juga milik perorangan. Memang proyeksi kita untuk sewa lahan sampai menunggu kita memiliki anggaran untuk membeli lahan," sambungnya.
Ibrahim menilai, untuk bisa menuntaskan persoalan sampah di KBB harus dimulai dari hulu, yakni di lingkup rumah tangga.
Oleh karenanya, kesadaran masyarakat terkait hal tersebut harus terus dibangun.
"Artinya kita harus mulai memilah sampah dari hulu atau rumah tangga. Namun, apakah secepat itu kita bisa merubah kesadaran masyarakat dengan sosialisasi dengan pembinaan yang selama ini kita selenggarakan. Menurut saya ini masih perlu waktu," paparnya.
Ke depan, Ibrahim berharap, Bandung Barat memiliki Tempat Pembuangan sampah Terpadu (TPST) milik sendiri. Dengan begitu, persoalan sampah di wilayahnya dapat terselesaikan dengan baik.
"Ya mudah-mudahan kita bisa punya tempat pembuangan sendiri terpadu. Mudah-mudahan kedepannya ada kerjasama dengan swasta," ujarnya.
"Memang saya lihat Kabupaten Bandung yang paling maju untuk Bandung Raya, karena mereka punya pengelolaan tempat sampah terpadu sendiri yang dikelola oleh Pemda," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


