Klaim Pengangguran Turun 1,52 Persen, Disnakertrans KBB: Angkatan Kerja Didominasi Tamatan SD

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Bandung (KBB) mengklaim angka pengangguran di wilayahnya mengalami penurunan.

Klaim Pengangguran Turun 1,52 Persen, Disnakertrans KBB: Angkatan Kerja Didominasi Tamatan SD
Berdasarkan data tahun 2022, Disnakertrans KBB mencatat tingkat pengangguran terbuka mencapai 9,63 persen. Namun pada tahun 2023 turun 1,52 persen, sehingga angka pengangguran terbuka kini sebesar 8,11 persen. (net)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Bandung (KBB) mengklaim angka pengangguran di wilayahnya mengalami penurunan.

Berdasarkan data tahun 2022, Disnakertrans KBB mencatat tingkat pengangguran terbuka mencapai 9,63 persen. Namun pada tahun 2023 turun 1,52 persen, sehingga angka pengangguran terbuka kini sebesar 8,11 persen.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB Dewi Andani menyebut, meski angka pengangguran terbuka hanya turun 1,52 persen namun jumlah angkatan kerja pada 2023 mengalami peningkatan sebesar 1.413.347.

Menurutnya, angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 140.216 jiwa dibandingkan Agustus 2022 silam.

"Kami mencatat penduduk yang bekerja sebanyak 870.269 orang, naik sebanyak 129.630 orang dari Agustus 2022. Adapun lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah di bidang jasa, sebanyak 92.296 orang," kata Dewi kepada wartawan, Senin 1 Oktober 2024.

Tak hanya itu, Dewi pun mengakui lapangan pekerjaan pun mengalami penurunan, terbesar di bidang manufaktur yang menurun hingga 24.255 orang.

"Penurunan lapangan pekerjaan juga terjadi di bidang formal, yakni sebanyak 354.573 orang atau setara 40,74 pada tahun 2023. Kalau tahun 2022 turunnya sebanyak 45.306 orang," ujarnya.

Dikatakan Dewi, untuk jumlah angkatan kerja masih didominasi tamatan sekolah dasar (SD) atau yang sama sekali tidak bersekolah. Yakni sebesar 40,87 persen dari jumlah angkatan kerja atau jumlah penduduk di Bandung Barat.

Sedangkan penduduk yang bekerja dari tamatan diploma dan universitas menjadi paling rendah yakni sebesar 5,36 persen. Namun dibandingkan dengan Agustus 2022, penduduk bekerja berpendidikan Sekolah Dasar ke bawah mengalami penurunan persentase sebesar 2,11 persen poin. 

"Angkatan kerja dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi di tahun 2023 mengalami peningkatan persentase, dengan peningkatan terbesar pada pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat, yakni sebesar 1,85 persen," papar Dewi.


Dewi menilai ada banyak faktor yang menyebabkan tamatan SD mendominasi angkatan kerja di Bandung Barat. Salah satunya adalah faktor ekonomi. Mengingat di tamatan SD atau yang sama sekali tidak pernah bersekolah cenderung menerima pekerjaan apapun.

"Memang angkat kerja masih didominasi oleh SD dan SMP tapi kami dari Disnakertrans belum melakukan pendalaman ke sana. Mungkin karena faktor ekonomi dan jumlah tamatan SD lebih banyak," ujarnya.

Guna menurunkan angka pengangguran pihaknya terus melakukan berbagai upaya antara lain dengan melakukan pelatihan berdasarkan kompetensi, perluasan kesempatan mencari kerja dan tenaga kerja mandiri.

"Dalam rangka untuk menurunkan angka pengangguran itu memang ada beberapa program yang sudah kami anggarkan. Salah satunya pelatihan yang berbasis kompetensi untuk menambah keterampilan mereka," paparnya.

"Kemudian pemberian sertifikat untuk mempermudah mencari kerja," sambungnya.

Selain itu, pihaknya pun menghadirkan program perluasan mencari kerja bisa melalui program padat karya. Padat karya misalnya dengan membangun jalan di salah satu kecamatan dengan jangka waktu satu bulan. 

"Nah itu kan menjadi perluasan kesempatan bekerja untuk masyarakat sekitar," imbuhnya.

Pihaknya mengklaim upaya-upaya Disnakertrans untuk menurunkan angka pengangguran bisa dikatakan berhasil. Namun menurutnya hal tersebut juga merupakan sinergitas dari Satuan Kerja Perangkat Daerah di KBB.

"Kita terus menekan angka pengangguran terbuka. Setelah mereka diberikan pelatihan. Jadi bagi alumni pelatihan mereka bisa berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki," katanya.


Editor : Doni Ramdhani