Ngaku Siap Gantikan 7 Terpidana Kasus Kematian Vina Cirebon, Ekspresi Dede Jadi Sorotan Pakar Singgung Soal Ketulusan

Pernyataan Dede soal 7 terpidana tersebut kemudian dianalisis oleh pakar mikro ekspresi, Dody Triasmara

Ngaku Siap Gantikan 7 Terpidana Kasus Kematian Vina Cirebon, Ekspresi Dede Jadi Sorotan Pakar Singgung Soal Ketulusan
pakar ekspresi analisis wajah Dede/

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini salah satu saksi kunci dalam kasus kematian Vina Cirebon, Dede mengungkapkan fakta baru soal pernyataannya yang palsu.

Hal ini dilakukan Dede untuk membebaskan 7 terpidana yang mendapat vonis seumur hidup atas kasus kematin Vina Cirebon.

Dede bahkan mengaku siap untuk menggantikan 7 terpidana kasus kematian Vina yang saat ini masih dipenjara.

Pernyataan Dede soal 7 terpidana tersebut kemudian dianalisis oleh pakar mikro ekspresi, Dody Triasmara.

Menurut Dody Triasmara, dirinya tidak dapat membaca lebih banyak dikarenakan Dede seolah-olah hanya mengikuti alur yang telah disiapkan.

"Jadi Mas Dede ini lebih banyak melakukan konfirmasi, iya saya begini, saya bersedia pak," ujar Dody Triasmara.

Dody menjelaskan bahwa penilaian terhadap ekspresi seseorang dapat lebih akurat jika individu tersebut ditanya tentang apa yang dirasakannya dan alasan di balik jawaban mereka.

Sementara itu, Dede hanya memberikan pernyataan singkat dalam jumpa pers, yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh kuasa hukumnya.

Pakar Mikro ekspresi menilai bahwa ketulusan dalam ucapan Dede kurang karena Dede tidak menyebutkan secara spesifik ketujuh terpidana. 

"Siapa yang keluar bebas, siapa saja, kalau perlu dia mention siapa saja, kurang spesifik untuk menunjukkan kalau dia benar-benar tulus," ujarnya.

Selain itu, Dede sering kali hanya menunjukkan gestur menunjuk, hanya memandang kuasa hukumnya, dan memegang mikrofon dengan dua tangan. 

Ini menunjukkan bahwa Dede tampaknya berada dalam kondisi yang tidak terlalu nyaman, tegang, dan mungkin merasa khawatir.

"Dia juga lebih banyak posisi menunduk melihat ke arah kuasa hukumnya. Dede memegang mic dengan kedua tangan, mencari kestabilan, keyakinan, mencoba menstabilkan dan mukanya bukan dalam posisi relaks," kata Dody. 

"Mas Dede tidak dalam kondisi seperti kuasa hukum atau ibu-ibu yang di belakang (terlihat lebih santai), dia lebih tegang, ada kekhawatiran sendiri yang dia hadapi," sambungnya.


Editor : Firda Rachmawati