PAD Kota Bandung Naik di Awal 2026, Sektor Kuliner Jadi Andalan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat melonjak lebih dari 15 persen. Kenaikan ini, terutama didorong oleh meningkatnya kepatuhan pajak restoran.

PAD Kota Bandung Naik di Awal 2026, Sektor Kuliner Jadi Andalan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat melonjak lebih dari 15 persen. Kenaikan ini, terutama didorong oleh meningkatnya kepatuhan pajak restoran.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membuka awal 2026 dengan kabar menggembirakan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat melonjak lebih dari 15 persen. Kenaikan ini, terutama didorong oleh meningkatnya kepatuhan pajak dari sektor restoran.

“Alhamdulillah, PAD kita naik di atas 15 persen. Kontribusi terbesar datang dari sektor restoran. Terima kasih kepada para pelaku usaha kuliner yang telah patuh membayar pajak 10 persen sesuai ketentuan,” kata Farhan, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menilai lonjakan tersebut menunjukkan geliat industri kuliner di Kota Bandung tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal daerah. Kepatuhan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan kota.

Di sisi lain, Farhan mengakui tingkat hunian hotel mengalami penurunan. Fenomena wisatawan yang datang dan kembali pada hari yang sama, menjadi salah satu penyebab utama turunnya okupansi.

“Tingkat hunian memang menurun karena banyak tamu datang pergi tanpa menginap. Namun PAD dari sektor hotel tetap meningkat, meskipun tidak sampai 15 persen. Kenaikan ini lebih dipengaruhi oleh penyesuaian tarif kamar,” ucapnya.

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan hotel lebih banyak disumbang hotel berbintang yang mencatat performa cukup baik. Sebaliknya, hotel nonbintang belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Ia juga menyinggung kemungkinan masih adanya hotel nonbintang yang belum sepenuhnya melaporkan kewajiban pajaknya. Ia menegaskan, transparansi justru akan membuka peluang dukungan dari pemerintah.

“Jangan sampai ada kekhawatiran untuk melapor. Kalau mereka terbuka, kami bisa memberikan dukungan, termasuk program pengelolaan sampah dan air limbah hotel secara mandiri,” ujar dia.

Farhan menambahkan, sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi kunci untuk memperkuat sektor perhotelan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, Pemerintah Kota Bandung tetap menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penopang utama PAD. Berbagai festival, pertunjukan seni hingga lomba olahraga akan terus digelar untuk memperluas ekosistem wisata.

“Tugas kami membangun ekosistem wisata yang luas. Festival, pertunjukan dan lomba olahraga masih menjadi andalan tahun ini,” ungkapnya.

Ia mencontohkan dampak langsung ajang olahraga terhadap perputaran ekonomi kota. Saat Persib Bandung bertanding, kawasan sekitar stadion dan pusat kota dipadati aktivitas ekonomi. Hal serupa juga terjadi ketika Satria Muda Pertamina berlaga.

Tak hanya sepak bola dan basket, event motor, voli hingga bulutangkis juga terbukti memicu lonjakan transaksi di sektor kuliner, transportasi, dan perdagangan. “Ekonomi bergerak dari event-event itu. Perputaran uang terasa nyata,” ujar dia.

Dengan tren positif di awal tahun ini, Farhan optimistis PAD 2026 akan terus tumbuh seiring penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam membangun kota berbasis wisata dan kreativitas.


Editor : JakaPermana