Pemerintah Gelontorkan Rp5 Miliar, Bale Pinton di Situ Ciburuy Bakal Dibangun Kembali
Pemprov Jabar menggelontorkan Rp5 miliar untuk penataan kawasan wisata Situ CIburut dan pembangunan Bale Pinton sebagai pusat budaya dan kesenian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kawasan wisata Situ Ciburuy di Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera disulap menjadi lebih tertata dan menarik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah secara resmi mematangkan rencana pembangunan kembali Bale Pinton, sebuah fasilitas publik yang nantinya menjadi pusat kegiatan seni dan budaya dengan alokasi anggaran mencapai Rp5 miliar yang bakal direalisasikan sepanjang tahun 2026 ini.
Hal itu menjadi bagian dari upaya besar revitalisasi kawasan yang digarap secara menyeluruh guna mengembalikan fungsi dan kejayaan kawasan danau tersebut.
Kepala UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Citarum, Sukaryono menjelaskan, saat ini proyek pembangunan masih berada di tahap persiapan matang.
"Nantinya, lokasi Bale Pinton bakal ditempatkan di titik yang strategis, terintegrasi langsung dengan konsep penataan baru kawasan, dan posisinya tidak jauh dari dermaga yang sudah ada," kata Sukaryono belum lama ini.
Sukaryono menyebut, keberadaan bangunan ini bukan sekadar menambah fasilitas, melainkan menjadi ruang hidup bagi masyarakat untuk berkarya serta tampil.
Sekaligus, sambung dia, menjadi magnet baru yang diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
“Pembangunan Bale Pinton ditargetkan mulai berjalan tahun ini. Lokasinya dipilih agar menyatu dengan tata ruang baru, dekat dengan dermaga agar mudah diakses," ujarnya.
"Fungsinya nanti sebagai ruang terbuka untuk kegiatan seni, budaya, hingga pertunjukan warga. Kami berharap ini menjadi nilai tambah besar bagi daya tarik Situ Ciburuy,” sambungnya.
Tak hanya berhenti pada pembangunan satu bangunan, lanjut Sukaryono, pembenahan kawasan ini dilakukan secara terpadu dan menyeluruh.
"Saat ini, tim teknis sedang sibuk menyusun Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi landasan utama seluruh rencana pembangunan," jelasnya.
Dalam rancangan itu, tersedia rencana pembangunan jalur lari atau jogging track serta pembangunan pagar pembatas dengan desain ikonik yang akan mempercantik garis tepian situ.
“Penataan ini arahan langsung untuk dilakukan secara totalitas, tidak setengah-setengah. Saat ini kami masih fokus menyelesaikan penyusunan DED, dan semua rencana pembangunan akan berjalan mengikuti hasil perencanaan teknis tersebut,” bebernya.
Sebagai langkah awal pemulihan yang telah terealisasi pada tahun 2025 lalu, terang Sukaryono, pemerintah telah menyalurkan dana sekitar Rp500 juta khusus untuk kegiatan pengurugan sedimen di badan air Situ Ciburuy.
Selain pembersihan endapan lumpur, pembenahan juga menyasar aspek tata ruang dengan penertiban bangunan liar yang berdiri di sepanjang garis sempadan danau.
"Tercatat ada 232 bangunan yang melanggar aturan tata ruang di sana," sebutnya.
Dari jumlah tersebut, terang Sukaryono, pada tahap awal penertiban yang dilakukan berdasar hasil verifikasi bersama aparat desa, sebanyak 58 kepala keluarga menjadi sasaran.
"Rinciannya, 22 unit di antaranya adalah bangunan tempat tinggal, sedangkan sisanya merupakan bangunan usaha seperti warung makan, kandang ternak, hingga bengkel," sebutnya.
Dalam proses pembongkaran tersebut, lanjut Sukaryono, tidak ada satu pun fasilitas umum yang dibatalkan atau dirusak, termasuk masjid, musala, maupun gedung sekolah yang ada di sekitar kawasan.
Sebagai bentuk keadilan dan apresiasi atas kepatuhan warga, pemerintah juga menyiapkan skema kompensasi.
“Kami berikan ganti rugi bagi warga yang patuh menertibkan bangunannya. Untuk rumah tinggal diberikan nilai kompensasi Rp10 juta per unit, sedangkan bangunan non-hunian atau usaha diberikan Rp5 juta,” bebernya.
Sukaryono menuturkan, tujuan utama revitalisasi dan penataan ini, yakni mengembalikan fungsi hakiki Situ Ciburuy sebagai tampungan air strategis dan saluran irigasi yang vital bagi warga sekitar, tanpa mengabaikan potensi besarnya di sektor pariwisata.
"Kawasan ini nantinya tetap dibuka dan dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi, wisata air, serta olahraga seperti dayung yang akan diintegrasikan secara apik dalam tata ruang baru," tegasnya.
Sementara itu, terkait total nilai anggaran keseluruhan untuk seluruh paket revitalisasi kawasan belum bisa dipastikan secara pasti dan masih menunggu hasil akhir dari penyusunan DED yang berjalan tahun ini.
Tak kalah penting, pemetaan dan pematokan ulang batas kawasan, yang menjadi syarat mutlak dalam proses sertifikasi kepemilikan lahan, termasuk wilayah pulau kecil yang berada di tengah situ.
“Segala langkah penataan ke depan akan sepenuhnya berdasar pada hasil DED yang sedang kami susun. Dokumen itulah yang akan menentukan besaran anggaran dan langkah teknis apa yang harus kami ambil selanjutnya,” pungkasnya. ***
Captions: Pemprov Jawa Barat gelontorkan anggaran hingga Rp5 miliar untuk bangun kembali Bale Pinton di Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat.
Editor : Ahmad Sayuti


