Polres Cimahi Amankan 15 Remaja yang Viral di Medsos, Kapolres: 12 Diantaranya Positif Mengonsumsi OKT
Belasan remaja yang terindikasi kelompok geng motor yang sempat viral di medsos lantaran meresahkan warga Kota Cimahi dan Bandung Barat akhirnya diamankan Polres Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Belasan remaja yang terindikasi kelompok geng motor yang sempat viral di medsos lantaran meresahkan warga Kota Cimahi dan Bandung Barat akhirnya diamankan Polres Cimahi.
Aksi viral di medsos yang dilakukan 12 orang dari 15 remaja geng motor tersebut diketahui positif menggunakan obat keras terlarang (OKT).
"15 orang remaja ini merupakan geng motor yang sempat viral di medsos karena mengendarai sepeda motor ugal-ugalan secara zig-zag dan mengacungkan pentungan besi sehingga membahayakan pengguna jalan lain," kata Kepala Polres Cimahi AKBP Aldi Subartono, Jumat 2 Juni 2023.
Aldi menyebut, ke-15 remaja tersebut diamankan karena meresahkan masyarakat dan mengganggu kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.
"Kita amankan di dua titik lokasi berbeda, ada yang di Jalan Pasantren (Kita Cimahi) dan wilayah Cimareme (KBB)," sebutnya.
Usai diamankan di Markas Polres Cimahi, pihaknya langsung melakukan penanganan sesuai SOP seperti, melakukan pemeriksaan awal, melakukan cek urine, identifikasi sidik jari, serta identifikasi lainnya.
"Dari 15, terdapat 12 orang yang diduga positif mengonsumsi beberapa OKT, seperti tembakau sintetis (Sinte), ada yang positif benzo (Benzodiazepine), ada juga yang positif excimer," jelasnya.
Lantaran positif mengonsumsi OKT, untuk penanganan ke-15 anggota Genk Motor diserahkan untuk ditangani Sat Narkoba Polres Cimahi.
"Kita rencanakan untuk dilakukan rehabilitasi agar anak-anak ini lebih baik dan bisa sembuh dari ketergantungan obat-obatan ini," paparnya.
"Ini rata-rata yang positif umurnya itu ada yang 18 tahun, 17 tahun, dan 15 tahun," ucapnya.
Kendati ke-15 remaja geng motor ini tidak dijatuhi hukuman penahanan, namun Polres Cimahi akan bertanggung jawab melakukan pembinaan agar para remaja tersebut bisa lebih baik.
"Tindakan mereka ini membuat kegaduhan dan memang sejauh ini tidak ada korban, baik korban pengerusakan maupun penganiayaan. Mereka hanya ugal-ugalan mengambil jalan orang secara zig-zag," terangnya.
"Langkah kita karena memang urine-nya positif, kita lakukan rehabilitasi untuk kebaikan masa depan anak-anak ini," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
