Prabowo Bahas Soal Tuntutan Penggantian Wapres Gibran Saat Jokowi Diutus ke Vatikan
Presiden Prabowo Subianto membahas soal delapan tuntutan Purnawirawan TNI yang salah satunya meminta penggantian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Presiden Prabowo Subianto membahas soal delapan tuntutan Purnawirawan TNI yang salah satunya meminta penggantian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Tanggapan Prabowo tersebut disampaikan melalui Penasihat Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto saat Jokowi diutus ke Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.
Wiranto menyampaikan bahwa presiden memahami isi dan semangat dari pernyataan sikap tersebut, terutama karena dirinya berasal dari latar belakang yang sama dengan para purnawirawan: satu almamater, satu perjuangan, dan satu semangat pengabdian yang berlandaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
“Presiden memahami aspirasi para purnawirawan karena mereka berasal dari latar yang sama dan memiliki nilai moral yang sejalan. Namun, tentu saja sebagai kepala negara, Presiden harus menyikapi dengan kehati-hatian,” ujar Wiranto dalam keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden di Jakarta dikutip dari Antara, Sabtu 26 April 2025.
Wiranto menjelaskan bahwa Presiden tidak bisa langsung memberikan tanggapan terhadap tuntutan tersebut, karena dalam sistem kenegaraan yang menganut prinsip trias politica, ada batasan kewenangan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
"Usulan-usulan yang bukan menjadi kewenangan Presiden tentu tidak bisa serta-merta dijawab. Presiden tidak ingin melampaui batas kewenangan yang sudah diatur dalam sistem ketatanegaraan," jelasnya.
Delapan tuntutan Forum Purnawirawan TNI antara lain meminta kembali pada UUD 1945 naskah asli, reshuffle kabinet, hingga usulan penggantian Wakil Presiden. Meskipun sebagian tuntutan bersifat politis dan menyita perhatian publik, Presiden tidak ingin polemik ini memecah suasana kebangsaan.
Wiranto juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan di tengah masyarakat adalah hal yang wajar. Presiden tetap menghormati semua aspirasi, baik yang mendukung maupun yang mengkritik, namun mengajak semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan.
“Presiden tidak menolak atau mengacuhkan, tapi justru menghargai perbedaan itu. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam polemik yang justru bisa menimbulkan kegaduhan di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi banyak tantangan,” kata Wiranto.
Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan yang diambil Presiden selalu didasarkan pada berbagai pertimbangan dari banyak pihak, bukan hanya dari satu kelompok. Oleh karena itu, perlu ketenangan dan kehati-hatian dalam menanggapi isu-isu besar seperti ini.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah ketenteraman dan persatuan. Mari kita jaga stabilitas sosial dan tidak memperbesar perbedaan,” tutupnya.
Editor : Firda Rachmawati


