Program KITA SEHAT Indonesia-Australia: Sinergi Terjalin, Layanan Terjamin
PROGRAM KITA SEHAT diharapkan memperkuat layanan kesehatan di Jawa Barat. Pemprov Jabar menegaskan, kemitraan harus berdampak nyata bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Pembangunan kesehatan tak cukup diukur dari banyaknya program yang terlaksana. Ukuran sesungguhnya terletak pada perubahan yang dirasakan masyarakat: layanan yang semakin baik, akses yang lebih merata, dan sistem kesehatan yang mampu menghadapi berbagai ancaman.
Pesan itu menjadi penekanan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri Pertemuan Komite Pengarah Provinsi Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/10).
Erwan meminta kemitraan tersebut tidak berhenti pada penambahan daftar kegiatan pemerintah. Dukungan yang diberikan harus memperkuat sistem kesehatan daerah, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dukungan kemitraan harus memberikan nilai tambah yang nyata, bukan sekadar menambah kegiatan, tetapi memperkuat sistem dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan,” tegasnya.
Pekerjaan itu bukan perkara sederhana bagi Jawa Barat. Wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar menuntut pembangunan kesehatan dengan pendekatan terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat yang beragam juga mengharuskan pelayanan kesehatan terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Atas dasar itu, Erwan mengapresiasi dukungan Pemerintah Australia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kementerian terkait, tim KITA SEHAT, serta para mitra pembangunan dalam mendukung transformasi kesehatan di Jawa Barat.
“Dengan karakteristik wilayah dan jumlah penduduk yang besar, Jawa Barat membutuhkan pendekatan pembangunan kesehatan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Menurut Erwan, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, hingga pengendalian risiko penyakit membutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebijakan dan pelaksanaannya berjalan searah.
Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian ialah One Health, yakni integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahanan sistem kesehatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kesehatan.
Melalui KITA SEHAT, Pemprov Jawa Barat berharap koordinasi antarsektor semakin efektif dan akses pelayanan kesehatan semakin merata, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Namun, pelaksanaan program tetap harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta melengkapi berbagai upaya yang telah berjalan.
Guna memastikan tujuan tersebut tercapai, Erwan mendorong Bappeda, Dinas Kesehatan, perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten/kota, dan mitra pembangunan memperkuat koordinasi. Dukungan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Ukuran keberhasilan program, lanjut Erwan, bukan sekadar terlaksananya pertemuan atau kegiatan. KITA SEHAT perlu menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan, perbaikan tata kelola, dan kemampuan pemerintah daerah menjaga keberlanjutan pembangunan kesehatan.
“Keberhasilan Program KITA SEHAT pada akhirnya ditentukan oleh kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk menyatukan perspektif, memperkuat komitmen, dan menyepakati langkah yang konkret,” paparnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

