Sebut Aset Berharga, Jeje Ritchie Ismail Akui Pengembangan Perikanan dan Peternakan Masih Dihadapkan Sejumlah Tantangan
Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam mengembangkan beragam potensi yang ada di 165 desa di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam mengembangkan beragam potensi yang ada di 165 desa di wilayahnya.
Salah satunya potensi besar di bidang perikanan dan peternakan mulai dari ikan konsumsi hingga ikan hias, sapi potong, dan ayam petelur.
Kondisi tersebut diakui Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Menurutnya, semua potensi tersebut merupakan aset berharga yang dimiliki KBB.
"Masih ada tantangan yang kita hadapi, seperti rendahnya kualitas bibit, keterbatasan pakan, isu kesehatan hewan, serta regenerasi peternak yang masih belum optimal," kata Jeje dalam kegiatan Kontes dan Ekspo Perikanan dan Peternakan KBB Tahun 2025 di Lapangan Pusdikkav, Kecamatan Padalarang.
Jeje mengklaim, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas bibit, pengembangan hijauan pakan, fasiltas sarana dan prasarana usaha.
"Termasuk penguatan SDM, juga mendorong peternak muda yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi," ujarnya.
Mengusung tema 'Penyediaan Bibit Ikan dan Ternak Unggul untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Bandung', kontes ternak yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB itu diikuti 367 ekor hewan ternak dari berbagai komoditas.
"Saya harap kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kemajuan sektor perikanan dan peternakan di Bandung Barat," imbuhnya.
Kontes ternak tersebut, ungkap Jeje, tak hanya sekadar kontes, namun juga bentuk syukur atas hasil pembangunan di sektor peternakan dan perikanan wahana promosi, sekaligus motivasi bagi pelaku usaha terus tumbuh dan berdaya.
"Kontes ternak memiliki tujuan antara lain, memotivasi pelaku usaha dalam penyediaan replacement stock dan peningkatan daya saing," ungkapnya.
"Sekaligus pula melestarikan plasma Nutfah perikanan dan peternakan di Bandung Barat. Sektor ini terbukti tangguh menghadapi krisis pangan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti menyebutkan kontes ternak menjadi agenda rutin tahunan yang terbuka bagi para peternak rakyat maupun kelompok usaha ternak dari berbagai wilayah di KBB.
"Kategori yang dilombakan meliputi sapi perah, sapi potong, Domba Garut, kambing jantan, serta berbagai jenis ikan air tawar," sebutnya.
Selain kontes, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan ekspo yang menampilkan berbagai produk peternakan dan perikanan seperti obat hewan, produk olahan ternak dan ikan, serta hasil riset dan pembinaan dari UPTD di bawah Dispernakan KBB.
"Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pembudidaya dan peternak yang telah berhasil menghasilkan bibit unggul dan menunjukkan manajemen pemeliharaan yang baik," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

