Sikap Kami: Fufufafa
SIAPAKAH pemilik akun fufufafa di media sosial jadul, Kaskus? Kata Gibran Rakabuming, tanyakanlah kepada pemilik akun. Banyak pihak mengaosiaikan akun itu dengannya berdasarkan penelusuran jejak digital.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
SIAPAKAH pemilik akun fufufafa di media sosial jadul, Kaskus? Kata gibran rakabuming, tanyakanlah kepada pemilik akun. Banyak pihak mengaosiaikan akun itu dengannya berdasarkan penelusuran jejak digital.
fufufafa jadi perbincangan karena pernyataan-pernyataannya yang vulgar, kerap mengumbar amarah, dan oleh banyak dikalangan menghina sejumlah pihak. Bahkan pernyataan cenderung melecehkan itu diarahkan kepada orang-orang yang kini dekat dengan Gibran.
Lucunya lagi, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi sampai ikut membela Gibran dengan menyatakan akun itu bukan miliknya. Masuk akal juga karena urusan media sosial dan akun-akun itu terkait dengan bidangnya.
Tapi, menjadi rancu karena pada saat yang bersamaan, dia juga membela Kaesang Pangarep dan istrina Erina yang dikritik publik karena perjalanan mewahnya ke Amerika Serikat. Ini meluruskan bahwa pembelaannya bukan soal bidang tugasnya, tapi karena dua sasaran tembak adalah putra Presiden Joko Widodo, orang yang mengangkatnya jadi menteri.
Menteri-menteri sekarang memang lucu-lucu, aneh-aneh, kadang menyebalkan juga. Masak sudah jadi menteri, masih merasa diri relawan juga. Padahal, untuk disebut relawan pun tak layak. Bukankah pernah dia “mengancam” akan membubarkan kelompok relawan, sebelum dapat kursi menteri?
fufufafa, entah siapapun pengendalinya, entah Gibran atau bukan, jelas menunjukkan adab minus dalam bersosial media. Otak dan mulut, melalui jari-jemari, seperti bebas tak terkendali menyerang siapapun yang tak disuka.
Itu tidak hanya terjadi pada pemilik akun fufufafa. Pada banyak politisi, jejak-jejak digital itu telah mengungkap masa lalu yang memalukan. Padahal, politik di Indonesia itu, sekarang jadi lawan, besok jadi kawan. Dia tanpa nilai. Gampang menjadi lubang. Kecuali bagi politisi yang mata hatinya sudah buta atau dibutakan. Eits, bukankah kebanyakan politisi kita sudah tipis mata hatinya?
Maka, fufufafa adalah pelajaran bagi kita semua. Terutama bagi politisi atau yang hendak jadi politisi. Menjaga adab dalam bermedia sosial adalah sebuah keharusan. Pernyataan-pernyataan dalam akun fufufafa itu jelas banyak yang niradab dan potensial jadi sasaran tembak jika pemilik akunnya adalah politisi.
Itulah sebabnya dalam beberapa kesempatan di kolom sempit ini, kita sangat rajin mengimbau untuk mengedepankan adab. Sebab, itulah sesungguhnya landasan kita dalam menjaga relasi sosial dengan siapa saja. Termasuk saat bermedia sosial.
Kalau tidak, jika suatu ketika kita jadi pejabat tinggi, kasihan anak-anak buah kita punya kerjaan khusus, menyucikan kita dari status-status media sosial kita yang tak beradab itu. fufufafa! (*)
Editor : Zulfirman

