Soal Gagasan Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Maung, DPRD Jabar Pertanyakan Faktor SDM

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan memberi catatan terkait gagasan Gubernur Dedi Mulyadi membangun Sekolah Maung.

Soal Gagasan Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Maung, DPRD Jabar Pertanyakan Faktor SDM
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berencana membangun Sekolah Maung. (Yuliantono)

INILAHKORAN.ID- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan menilai Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi merupakan salah satu strategi apik menyiapkan masa depan generasi muda dalam menghadapi persaingan kerja.

Hanya saja, Iwan Suryawan mempertanyakan teknis pembangunan Sekolah Maung beserta segala kebutuhan yang harus diperhitungkan secara terukur.

"Ketika mau buat Sekolah Manusia Unggul, berarti kan juga harus disiapkan SDM pengajar, lahan, fasilitas, kurikulumnya segala macam," kata Iwan kepada INILAHKORAN.ID, dikutip Kamis 15 Januari 2026.

Selain itu, dia juga mendorong agar nilai karakter masuk dalam kurikulum Sekolah Maung. Sebab menurutnya, generasi muda Jabar tidak hanya harus unggul di teknis, tetapi juga karakter.

"Budi pekerti dan prilaku yang harus ditanamkan," ucapnya.

Lebih lanjut Iwan menyebut, gagasan ini harus betul-betul direncanakan secara matang. Khususnya dari sisi anggaran, sehingga rencana Sekolah Maung untuk dimulai pada 2027 dapat terealisasi.

"Perlu diskusi, suatu terobosan yang baik kenapa enggak kita dukung. Karakter unggul yang dibangun di sana, artinya persiapan untuk pembiayaan harus jadi perhatian," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menjelaskan, Sekolah Maung yang digagas Dedi Mulyadi direncanakan dibangun di 2026. Di mana sekolah tersebut merupakan SMK baru yang dibangun pada tahun ini, melalui program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).

Sekolah Maung kata dia, adalah istilah untuk SMK baru yang dirancang dalam penguatan muatan lokal. Sekolah ini dalam rangka penguatan vokasi di SMK baru yang akan dibangun tahun ini, dengan sejumlah keunggulan untuk menghadapi persaingan dunia kerja setelah siswa lulus sekolah.

"Nah, Sekolah Maung ini memanfaatkan program USB bidang vokasi. Jadi SMK-SMK yang saat belum ada judul (nama), Maung itu jadi judul di sekolah," kata Yomanius.

Pemilihan nama Sekolah Maung ini sendiri kata dia bukan tanpa alasan, ada keinginan dari Pemprov Jabar untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai unggulan.

"Maka istilahnya Maung, manusia unggul. Orientasi sekarang itu pilihannya dari yang vokasi. Maka terkait dengan teknologi digital, terkait dengan manufaktur, terkait dengan pertanian, ada beberapa itu. Itu yang kemudian menjadi basis mempersiapkan unit sekolah baru dengan tema Maung," ucapnya.

Jumlah Sekolah Maung yang akan dibangun di Jabar kata Yomanius, cukup banyak. Hanya saja dirinya belum mengingat secara rinci, jumlah Sekolah Maung yang akan dibuat.

"Dari kebijakan APBD (2026) kemarin, ada 50 USB. Baik yang SMA, SMK dan SLB. Nah yang SMK, itu diorientasikan menjadi Sekolah Maung. Cuma saya belum lihat, berapa (jumlah) persisnya," kata Yomanius.

Terlepas dari itu, Komisi V DPRD Jabar tegas dia, mendukung penuh Sekolah Maung yang dibangun pada 2026 ini, guna memastikan kesiapan siswa pasca lulus sekolah, menghadapi persaingan dunia kerja.

"Iya (mendukung). Itu kan orientasinya kepada implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2017 (tentang Penyelenggaraan Pendidikan)," ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryaman mengatakan, gagasan tersebut secara mikronya masih dielaborasikan di Dinas Pendidikan (Disdik).

"Intinya kita ingin menghasilkan anak-anak yang punya standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan hari ini, ke depan. Baok di dunia industri, maupun pertanian dan sebagainya. Kebutuhan pasar lah," kata Herman.

Disdik Jabar sambung dia, tengah menyiapkan rencana teknis terkait jumlah Sekolah Maung yang dibutuhkan dan jumlah siswa.

"Di mana saja dan sebagainya, nanti diinformasikan oleh Dinas Pendidikan," ucapnya.

Disadur dari akun YouTube-nya, Dedi Mulyadi mengaku akan membangun Sekolah Maung di 2026 ini. Sekolah ini disiapkan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dan mulai efektif beroperasi pada 2027.

Dalam Sekolah Maung, ada sejumlah jurusan strategis yang dirancang Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan yang akan diimplementasikan.

"Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan," papar Dedi.

Selain membangun Sekolah Maung, dia juga berencana akan membenahi sarana prasarana di sekitar sekolah tersebut. Mulai dari taman, trotoar hingga jalan.

"Jalan-jalan provinsi yang menuju arah tiap daerah dan di depannya ada sekolah bangun trotoar yang bagus, jalan provinsi, sekolah, trotoarnya kasih kursi kasih lampu, kasih halte. Bikin desain halte yang bagus," ucapnya.

Dedi berharap, gagasannya ini dapat didukung penuh oleh pemerintah pusat, melalui sokongan anggaran, supaya dapat beroperasi maksimal. Kendati Pemprov Jabar tegas dia, telah mengalokasikan anggaran dalam pembangunan infrastruktur tersebut.***


Editor : Bsafaat