Soal Penangkapan Resbob, Tokoh Budayawan Muda Cimahi Ungkap Falsafah Hidup Orang Sunda

Diringkusnya konten kreator Resbob alias Adimas Firdaus Putra oleh Polda Jabar atas kasus ujaran kebencian lantaran menghina suku Sunda mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Soal Penangkapan Resbob, Tokoh Budayawan Muda Cimahi Ungkap Falsafah Hidup Orang Sunda
tokoh seni dan budaya Sunda asal Cimahi, Gani Abdul Rahman./Istimewa

INILAHKORAN.ID – Diringkusnya konten kreator Resbob alias Adimas Firdaus Putra oleh Polda Jabar atas kasus ujaran kebencian lantaran menghina suku Sunda mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya tokoh seni dan budaya Sunda asal Cimahi, Gani Abdul Rahman. Menurutnya, penangkapan ini penting karena ucapan yang dilontarkan oleh Resbobb telah menyebabkan kerusuhan, menyebarkan sara, dan membuat orang sunda merasa terhina.

Pihaknya berharap kepada aparat kepolisian untuk memberikan tindakan tegas dan hukuman yang setimpal kepada pelaku. 

"Ucapan yang dia lontarkan tidak hanya menyakitkan hati, tapi juga menimbulkan keributan dan ancaman terhadap kerukunan antar suku," katanya yang juga Ketua Umum Paguyuban Paku Sunda ini, Kamis 18 Desember 2025.

Gani menegaskan, bahwa orang sunda selalu menjaga persatuan Indonesia sesuai dengan sila ke-3 Pancasila. 

"Kami tidak pernah mau membuat keributan, yang kami jaga adalah keutuhan NKRI dan harmoni antar warga negara," tegasnya.
 
Gani menjelaskan, prinsip kerukunan yang dipegang teguh oleh orang sunda berakar pada falsafah karuhun yang tertuang dalam Kitab Sanghyang Siksa Kandang Karesian. 

Naskah kuno yang ditulis pada tahun 1518 Masehi ini berisi ajaran luhur tentang etika, moral, hukum, dan aturan sosial yang menjadi pedoman hidup.
 
"Ini bukan sekadar naskah sejarah, tapi panduan universal untuk mencapai kebahagiaan dan tatanan masyarakat yang harmonis. Inilah yang sampai saat ini kami pegang teguh dalam bermasyarakat," ujarnya.

Tetap Jaga kerukunan

Dari kejadian penangkapan Resbob, Gani berharap tidak akan terulang lagi kejahatan sejenis, baik yang menghina suku Sunda maupun suku lainnya. 

"Jangan ada lagi oknum yang ingin memecah belah dengan ujaran kebencian dan sara. Semua suku di Indonesia berhak hidup damai," katanya.
 
Gani juga mengajak semua warga negara untuk menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI. 

"Semoga kita semua dapat hidup rukun, menjaga ketuhanan yang maha esa, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana