Survei Pileg DPRD Kabupaten Bogor: Gerindra Mencengkram, PKS Melorot, PSI Tetap Nol Koma

Partai Gerindra takkan tergoyahkan sebagai penguasa Kabupaten Bogor. Sebaliknya, PKS terancam gagal mempertahankan kursi pimpinan DPRD Kabupaten Bogor.

Survei Pileg DPRD Kabupaten Bogor: Gerindra Mencengkram, PKS Melorot, PSI Tetap Nol Koma
Pendiri LS Vinus Yusfitriadi memaparkan hasil survei elektabilitas parpol menuju Pemilu Legislatif DPRD Kabupaten Bogor 2024.

INILAHKORAN, Cibinong – Partai gerindra takkan tergoyahkan sebagai penguasa Kabupaten Bogor. Sebaliknya, PKS terancam gagal mempertahankan kursi pimpinan dprd kabupaten bogor.

Potensi itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus). Selain menyigi elektabilitas calon bupati, LS Vinus juga menelisik kekuatan elektabilitas partai politik dalam perebutan kursi dprd kabupaten bogor pada Pemilu 2024.

LS Vinus sedikitnya menelisik itu dari 2.400 responden di seluruh Kabupaten Bogor. Mereka berada di 435 desa dan kelurahan di 40 kecamatan di Kabupaten Tegar Beriman.

Untuk melaksanakan survei itu, LS Vinus mengerahkan 40 tenaga surveyor. Merekalah yang menelisik hingga ke pelosok kabupaten.

Pendiri LS Vinus, yusfitriadi, menyebutkan dari survei yang dilakukan, Partai gerindra masih berada di posisi teratas sebagai pemilik elektabilitas tertinggi.

gerindra disusul kemudian oleh Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam survei yang dirilis Selasa 11 April 2023, LS Vinus menemukan hasil elektabilitas gerindra berada di posisi 14,75%. Mereka kemudian disusul oleh Partai Golkar dengan 12,75%.

Hanya dua parpol itu yang memiliki elektabilitas mencapai dua digit. Sedangkan parpol lainnya memiliki elektabilitas satu digit.

Dalam rilis hasil surveinya, yusfitriadi menyebutkan PDI Perjuangan berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 8,75%. Lalu, disusul Partai Demokrat dengan 7,5% dan PKS dengan 6%.

Inilah yang membuat potensi PKS kehilangan kursi pimpinan di dprd kabupaten bogor. Sebab, hanya empat parpol pemilik suara terbanyak yang berhak mendapatkan kursi pimpinan yang terdiri dari satu ketua dan tiga wakil ketua.

PKS pun hanya berselisih tipis dari PKB yang memiliki elektabilitas 5,75%.

“Selanjutnya PPP (5%), Partai Nasdem (3%), PAN (2,75%), Perindo (2,5%), Partai Buruh (1,75%), PBB (1,5%), Partai Hanura (1,25%), dan PKN (1%),” tuturnya. 

Selebihnya adalah partai nol koma, terdiri dari Partai Garuda, PSI, Partai Ummat, dan Partai Gelora.

Yus menjelaskan, salah satu yang menyebabkan elaktabilitas partai politik naik ialah dinamika Pilpres dan juga kinerja yang baik dari legislator dprd kabupaten bogor. (reza zurifwan)


Editor : Zulfirman