Tegalluar Siapkan Danau Retensi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Dani R Nugraha
INILAH, Bandung - Setiap musim hujan datang, warga Bojongsoang kembali bersiap menghadapi persoalan yang sama. Air perlahan meluap, menggenangi permukiman dan jalan-jalan, sementara aktivitas masyarakat harus menyesuaikan dengan datangnya banjir yang seolah menjadi langganan tahunan.
Harapan baru kini mulai disiapkan. Pemerintah Kabupaten Bandung berencana membangun danau retensi seluas sekitar 10 hektare di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Infrastruktur itu diproyeksikan menjadi penyangga baru untuk menahan limpasan air sebelum menggenangi kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, pembangunan danau retensi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat pengendalian banjir di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya.
"Insya Allah kita siapkan pembangunan danau sekitar 10 hektare di Tegalluar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi banjir di Bojongsoang," kata Dadang, Minggu (2/8).
Menurut Dadang, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan normalisasi sungai. Dibutuhkan langkah yang lebih menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak agar penanganannya berjalan berkesinambungan.
Karena itu, Pemkab Bandung mendorong kolaborasi melalui pendekatan pentahelix yang mempertemukan pemerintah, legislatif, kalangan akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama mengatasi persoalan banjir.
Dadang menjelaskan, selama ini kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dalam penataan Sungai Cikeruh dan Sungai Citarik terbatas pada normalisasi serta penanganan di radius sekitar 300 meter di sisi kiri dan kanan sungai.
Sementara untuk penanganan di luar wilayah kewenangan tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui peran anggota DPR RI yang siap membantu melanjutkan program pengendalian banjir agar dapat menjangkau kawasan yang selama ini belum tertangani.
"Anggota DPR RI siap membantu melanjutkan penanganannya di luar kewenangan BBWS melalui kolaborasi pentahelix. Ini menjadi langkah yang sangat baik agar penanganan banjir bisa lebih menyeluruh," ujarnya.
Apabila terealisasi, danau retensi di Tegalluar akan menjadi tampungan air baru ketika debit Sungai Cikeruh dan Sungai Citarik meningkat. Dengan kapasitas tersebut, limpasan air diharapkan dapat dikendalikan lebih baik sehingga genangan yang selama ini menghantui kawasan Bojongsoang bisa berkurang secara bertahap. (gin)
Editor : Inilahkoran


