Ternyata Bukan Hanya Pejabat Disdik Kabupaten Bogor Jadi Korban Penyidik Gadungan KPK, Siapa Lagi?
Korban pemerasan penyidik gadungan KPK, Yusuf Sulaeman, ternyata bukan hanya pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Ada yang lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cibinong – Korban pemerasan penyidik gadungan KPK, Yusuf Sulaeman, ternyata bukan hanya pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Ada yang lainnya.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, ada empat pejabat di Pemkab Bogor yang jadi korban pemerasan penyidik gabungan KPK Yusuf Sulaeman. Duit sebesar Rp700 juta pun mengalir.
Tapi, informasi tersebut menyatakan tidak hanya pejabat Dinas Pendidikan yang jadi korban pemerasan. Ada korban di dinas lainnya juga.
Rinciannya, menurut informasi tersebut, hanya tiga orang dari empat korban pemerasan itu yang merupakan pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Satu pejabat lainnya bertugas di dinas lain yang erat kaitannya dengan ekonomi.
Yusuf Sulaeman, penyidik gadungan KPK itu berhasil meraup uang sebesar Rp700 juta dari pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Bogor, terutama di Dinas Pendidikan.
Uang sejumlah Rp350 juta sudah disetorkan pada Januari 2023 lalu di Kantor Dinas Pendidikan. Lalu, ada pula uang Rp50 juta yang diserahkan di Cibinong pada April 2023.
Pada kisaran April 2024, Yusuf Sulaeman beraksi lagi. Kali ini dia menerima jatah Rp300 juta yang diserahkan di Rest Area Gunung Putri Jalan Tol Jagorawi.
Penjabat Sekda Kabupaten Bogor, Suryanto Putra pun menyesali terjadinya aksi pemerasan terhadap anak buahnya tersebut.
Yang membuat dia heran lagi adalah saat mengetahui besaran uang yang telah diserahkan ke penyidik gadungan KPK itu.
“Kami sangat menyesali terjadinya aksi pemerasan oleh penyidik gadungan KPK itu kepada para pejabat kami,” kata Suryanto Putra kepada wartawan, Selasa 30 Juli 2024.
Pasca perkara atau kasus dugaan pemerasan tersebut dilimpahkan ke Polres Bogor pada Jumat dini hari lalu dan empat penjabat tersebut diperbolehkan pulang oleh KPK.
Saat ini dengan dibantu Bagian Kerjasama dan Bantuan Hukum, mereka kerap masih dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor.
Terjebaknya pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam aksi pemerasan yang dilakukan penyidik gadungan KPK, diduga terjadi karena cukup banyak persoalan di dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. (*)
Editor : Zulfirman


