Zaini Shofari Soroti 'Gebrakan' Pemprov Jabar di SPMB 2026 yang Tanpa Komunikasi
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Zaini Shofari menyoroti adanya gebrakan Pemerintah Provinsi Jabar di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Zaini Shofari menyoroti adanya gebrakan Pemerintah Provinsi Jabar di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, yang dilakukan tanpa komunikasi serta koordinasi dengan legislatif.
Meski sisi lain, Zaini mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto yang mulai tampil setelah SPMB 2026 menuai polemik.
"Kalau saja dari dulu kepala dinasnya ini selalu tampil di depan, tentu kejadiannya tidak akan seperti SPMB yang dihadapi pada saat hari ini," ujar Zaini saat dihubungi INLAHKORAN.ID, Kamis (18/6/2026).
Soal gebrakan baru tanpa komunikasi yang ia sorot, adalah kerja sama antara Disdik Jabar dengan sekolah swasta. Di mana terakhir sudah ada 751 sekolah swasta yang telah digandeng, untuk menampung sekitar 78 ribu siswa hasil pemetaan di Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang gagal masuk sekolah negeri.
"Kita tidak pernah diberitahu dan sebelumnya skema itu tidak ada. Apalagi menyangkut anggaran Rp1,5 juta untuk biaya masuk, terus satu lagi (SPP) Rp100 ribu per bulan. Itu sekitar Rp210 miliar (akumulasi biaya masuk dan SPP dikali 78 ribu siswa). Saya tidak tahu itu," ungkap Zaini.
Ia melanjutkan, pembiayaan sekitar Rp210 miliar tersebut untuk kerja sama dengan sekolah swasta bahkan tidak ada dalam APBD 2026.
"Ini tambal sulam menurut saya. Idenya adw, dikejar solusinya cepat-cepat. Persoalan nanti solusinya sesuai atau tidak, lain soal yang penting dikerjakan dulu, seolah-olah seperti ada solusinya. Terus aja begitu-begitu," katanya.
Zaini menegaskan, sejatinya kebijakan atau program yang menggunakan APBD harus sesuai perencanaan dan penganggaran awal.
"(Akibatnya) hasil seperti ini. Terus aja. Ditutupi lagi, ditutupi lagi. Terus aja begitu," keluh Zaini.
Demikian pula soal rencana pembangunan SMA Terbuka yang juga mendadak diwacanakan, tanpa adanya komunikasi dengan DPRD Jabar.
"Belum tahu semua. Perkembangan terakhir saya tahunya dari media sosial. Ini kan masih belum tuntas SPMB ini, menurut saya. Sehingga harus diselesaikan. Sekarang sudah mulai bergeser lagi," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana


