71 Desa di Tasikmalaya Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siap Distribusi Air Bersih
Pemkab Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama tiga bulan pada 1 Juli-30 September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama tiga bulan, terhitung sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.
Langkah itu diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang dilakukan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, terdapat 71 desa di 11 kecamatan yang masuk kategori bahaya kekeringan kelas tinggi. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas dalam upaya mitigasi, pemantauan, serta penanganan apabila terjadi krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni Aks mengatakan penetapan status siaga darurat mengacu pada Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 300.2.1/Kep.421-BPBD/2026. Meski daerah prioritas berada di 11 kecamatan, status siaga diberlakukan di seluruh 39 kecamatan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
"Status siaga darurat ini berlaku selama tiga bulan," ujar Roni, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, data kerawanan tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk memperkuat pemantauan kondisi sumber air dan menyiapkan langkah-langkah penanganan jika terjadi kekurangan air bersih di masyarakat. Daerah yang masuk kategori rawan akan menjadi fokus pengawasan, termasuk dalam penyaluran bantuan air bersih apabila dibutuhkan.
BPBD telah menyiapkan mekanisme distribusi air bersih melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kecamatan untuk selanjutnya dilakukan verifikasi sebelum bantuan disalurkan.
"Setelah ada laporan dan verifikasi, kami akan mengatur pendistribusian air bersih kepada warga yang membutuhkan," kata Roni.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis R, menyebut wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi tersebar di Kecamatan Cibalong, Cikalong, Cikatomas, Cineam, Cipatujah, Jatiwaras, Karangjaya, Manonjaya, Karangnunggal, Pancatengah, Salopa, serta sejumlah wilayah lainnya berdasarkan hasil pemetaan indeks bahaya kekeringan.
BPBD juga mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi dengan menggunakan air secara hemat agar ketersediaan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau. Warga yang mulai mengalami gangguan pasokan air diminta segera melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, atau BPBD tanpa harus menunggu sumber air benar-benar mengering.
Selain ancaman kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka, terutama yang menggunakan api.
"Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan sejak dini sebelum meluas," ujar Azis.
Editor : Doni Ramdhani
