Hanya 4 Jam, Sopir Angkot Pelaku Pelecehan Petugas SPBU yang Viral di Medsos Diamankan Jajaran Satreskrim Polres Cimahi 

CCTV merekam aksi sopir angkot pelaku pelecahan petugas SPBU di Cimahi yang viral di media sosial.

Hanya 4 Jam, Sopir Angkot Pelaku Pelecehan Petugas SPBU yang Viral di Medsos Diamankan Jajaran Satreskrim Polres Cimahi 
Berdasarkan informasi, kasus sopir angkot pelaku pelecahan petugas SPBU tersebut diketahui terjadi di SPBU yang berada di wilayah Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi pada Rabu 25 Desember 2024. (tangkapan layar)

INILAHKORAN, Cimahi - CCTV merekam aksi sopir angkot pelaku pelecahan petugas SPBU di Cimahi yang viral di media sosial.

Berdasarkan informasi, kasus sopir angkot pelaku pelecahan petugas SPBU tersebut diketahui terjadi di SPBU yang berada di wilayah Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi pada Rabu 25 Desember 2024.

Dalam rekaman tersebut, sopir angkot pelaku pelecahan petugas SPBU di Cimahi tersebut turun dari kendaraannya dan meminta petugas SPBU tersebut mengisi bahan bakar dan terlihat menelpon padahal saat itu terduga pelaku tengah berada di area SPBU.

Tak berselang lama, terduga pelaku terlihat mondar-mandir kemudian menempelkan kemaluannya pada bagian belakang korban. 

Kendati terlihat seperti tak disengaja, namun perbuatan tak senonoh pelaku itu membuat korban merasa risih sehingga menjauhi terduga pelaku. 

"Betul, pada 25 Desember kemarin ada beredar video kendaraan yang mengisi BBM di SPBU Kota Cimahi. Kemudian ada tindakan kurang etis dari sopirnya terhadap pelayan SPBU tersebut," kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto kepada wartawan.

Kemudian, setelah menerima laporan dari petugas SPBU yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut, personel Sat Reskrim Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan. Dalam kurun waktu 4 jam, terduga pelaku berhasil diamankan.

"Kami memeriksa 5 saksi, sampai akhirnya terduga pelaku diamankan. Dari hasil pemeriksaan, memang aksi itu dilakukan secara spontan seolah-olah tidak disengaja. Memang niatnya iseng," ungkapnya.

Akhirnya, kata Tri, pihak korban memilih untuk mencabut laporan tersebut dengan pertimbangan kemanusiaan dan pihak terduga pelaku sudah meminta maaf secara langsung pada korban dan keluarganya. 

"Jadi keluarga korban dan pelaku sudah bertemu, akhirnya pihak korban memutuskan berdamai dan mencabut laporan tersebut," katanya.

"Karena ini delik aduan, maka penyelesainnya diserahkan pada pihak korban," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani