Harga Cenderung Naik di Momen Nataru, Pemprov Jabar Terus Pantau Bahan Pokok Ini
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok dan bahan penting (Bapokting), jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok dan bahan penting (Bapokting), jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani menuturkan, bersama pemangku kepentingan terkait seperti Satgas Pangan, BPOM dan Kementerian Perdagangan, melakukan pemantauan di 27 kabupaten/kota Jawa Barat.
Hasilnya, ada beberapa komoditas yang memiliki kecenderungan memiliki kenaikan harga karena peningkatan permintaan jelang Nataru 2026, sehingga memengaruhi harga seperti daging sapi, ayam dan telur.
"Kita lihat ada kecenderungan naik, misalnya daging sapi, daging ayam ras dan telur ini, meningkat," ujar Nining, Jumat 19 Desember 2025.
Selain itu, kenaikan juga terjadi di produk hortikultura seperti cabai merah dan bawang putih. Bila sebelumnya cabai rawit yang permintaannya tinggi dan harga cenderung melonjak, kini di komoditas cabai merah.
Sementara ketersediaan pasokan terkendala oleh faktor cuaca dan bawang putih, karena produk impor.
"Mungkin untuk memasak lebih dibutuhkan cabai merah ini ya, permintaan meningkat sedangkan pasokan memang terbatasi oleh faktor produksi yang menurun gitu ya. Kemudian juga bawang putih, ini kan kita impor juga, dalam posisi kemudian kebutuhan besar, kemudian bahan bakunya bukan diproduksi oleh Jawa Barat sendiri maka ini terjadi posisi yang kemudian mengakibatkan harga naik," paparnya.
Meski demikian, Nining kembali menegaskan bawah Bapokting di Jabar untuk ketersediaannya dipastikan aman. Kalaupun ada kenaikan, dipastikannya tidak akan melebihi 10 persen dari Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Tapi dari sisi ketersediaan aman semua. Kemudian kalau di produk-produk lainnya seperti tadi yang disampaikan, posisinya relatif stabil dan masih bisa dikendalikan. Kenaikan harganya itu tidak di atas 10 persen. Masih di bawah 10 persen, jadi masih aman," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
