Jatah Bapok dalam Opadi Bersubsidi Sebanyak 537 Paket, Ngatiyana: ini Diprioritaskan untuk Warga Kurang Mampu dan Miskin Ekstrem 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebut, wilayahnya mendapatkan jatah 537 paket bahan pokok atau bapok bersubsidi jelang Iduladha 1446 Hijriah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar).

Jatah Bapok dalam Opadi Bersubsidi Sebanyak 537 Paket, Ngatiyana: ini Diprioritaskan untuk Warga Kurang Mampu dan Miskin Ekstrem 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebut, wilayahnya mendapatkan jatah 537 paket bahan pokok atau bapok bersubsidi jelang Iduladha 1446 Hijriah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar).

INILAHKORAN, Cimahi - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebut, wilayahnya mendapatkan jatah 537 paket bahan pokok atau bapok bersubsidi jelang Iduladha 1446 Hijriah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar).

"Paket bahan pokok ini merupakan kegiatan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) dari Pemprov Jabar jelang Iduladha tahun ini," kata Ngatiyana, Selasa 6 Juni 2025.

Ngatiyana menyebut, paket bahan pokok tersebut meliputi 5Kg beras, 1Kg tepung terigu, 2 Liter minyak goreng, dan 1Kg gula putih yang dapat ditebus dengan harga Rp73.000.

"Pemprov Jabar memberikan bantuan salah satunya adalah pasar murah, dengan sembako," sebutnyq.

"Paket sembako seharga Rp145.100 dan ditebus Rp73.000 artinya hanya membayar 50 persen," sambungnya.

Subsidi bahan pokok tersebut, jelas Ngatiyana, dilakukan dalam rangka menyambut Iduladha 2025. Sehingga pihaknya berharap, subsidi tersebut dapat meringankan beban masyarakat di tengah adanya potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi jelang perayaan hari besar keagamaan. 

"Tujuannya adalah bagaimana menghadapi Iduladha karena mungkin ada kenaikan harga," jelasnya.

"Jadi pemerintah mengadakan operasi pasar murah bersubsidi untuk meringankan beban masyarakat. Jumlahnya terbatas, kita kebagian 537 paket," ungkapnya.

Kendati begitu, tegas Ngatiyana, paket bahan pokok subsidi diprioritaskan bagi warga dengan ekonomi rendah hingga mengalami miskin ekstrem di Kelurahan Cibeureum, Kota Cimahi.

"Sebenarnya diutamakan bagi masyarakat yang membutuhkan, diprioritaskan kurang mampu, miskin ekstrem," tegasnya.

"Kalau tidak ada lagi ya siapa sajalah yang ada yang penting yang membutuhkan," tandasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Hella Haerani menambahkan, dipilihnya Kelurahan Cibeureum sebagai sasaran Opadi karena wilayah tersebut memiliki tingkat kemiskinan ektrem di Cimahi.

"Ini berdasarkan hasil kajian, di sini itu masyarakat dengan ketingkatan kemiskinan ekstrem tertinggi di Cimahi," ucap Hella.***


Editor : JakaPermana