Klinik Koperasi Jadi Strategi Perkuat Tata Kelola Koperasi di Kabupaten Cirebon

Dinkop UKM Kabupaten Cirebon perkuat pembinaan lewat Klinik Koperasi untuk memetakan kesehatan kelembagaan dan tata kelola sebelum RAT

Klinik Koperasi Jadi Strategi Perkuat Tata Kelola Koperasi di Kabupaten Cirebon
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, saat menyampaikan program Klinik Koperasi untuk memperkuat tata kelola dan kesehatan koperasi.

INILAHKORAN.ID – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Cirebon terus memperkuat pembinaan koperasi melalui program Klinik Koperasi

Program tersebut menjadi strategi untuk memetakan kondisi koperasi sejak awal tahun sekaligus mendorong perbaikan tata kelola agar koperasi semakin sehat dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan Klinik Koperasi dilakukan melalui diagnosis kesehatan koperasi untuk mengetahui kondisi kelembagaan serta sistem pengelolaan masing-masing koperasi.

“Melalui Klinik Koperasi, setiap koperasi akan menjalani diagnosis kesehatan sejak awal tahun. Dari diagnosis tersebut, kami dapat memetakan kondisi kelembagaan dan sistem pengelolaannya,” ujar Alex, selasa (11/8/2026).

Menurutnya, hasil diagnosis menjadi dasar bagi dinas dalam menentukan pola pembinaan dan pengawasan sesuai dengan kebutuhan masing-masing koperasi. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar berbagai persoalan tata kelola dapat segera diperbaiki sebelum pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Pembinaan dilakukan berdasarkan hasil diagnosis. Jadi, setiap koperasi mendapatkan pendampingan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sebelum RAT dilaksanakan,” katanya.

Alex menegaskan, program Klinik Koperasi tidak hanya menyasar koperasi yang masih membutuhkan pembinaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertahankan tata kelola koperasi yang sudah berjalan baik.

“Bukan hanya koperasi yang bermasalah yang kami bina. Koperasi yang sudah sehat juga tetap dipantau agar tata kelola yang baik dapat dipertahankan secara konsisten,” ungkapnya.

Ia menilai, pemantauan secara berkala penting untuk memastikan perkembangan dan kondisi koperasi dapat terukur. Dengan demikian, berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

“Tata kelola yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan anggota sekaligus memperkuat kinerja koperasi,” jelas Alex.

Dia menambahkan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Cirebon berharap Klinik Koperasi dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif sehingga semakin banyak koperasi yang mampu tumbuh sehat, mandiri, profesional, dan berdaya saing.

“Harapannya, semakin banyak koperasi yang tumbuh sehat dan mandiri sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan perekonomian daerah,” pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti