Sengketa Lahan Terjadi Berlarut-larut, PT Ferry Sonneville Diminta DPRD Kabupaten Bogor Selesaikan Site Plan

Komisi I DPRD Kabupaten Bogor meminta PT Ferry Sonneville segera menyelesaikan site plan. Perbaikan untuk menghindari sengketa lahan itu ditunggu hingga Maret mendatang.

Sengketa Lahan Terjadi Berlarut-larut, PT Ferry Sonneville Diminta DPRD Kabupaten Bogor Selesaikan Site Plan
Terkait adanya sengketa lahan yang berlarut-karut itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Irvan Maulana mengatakan pihak PT Ferry Sonneville dan Camat Gunung Putri Kurnia Indra dipanggil ke Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Komisi I DPRD Kabupaten Bogor meminta PT Ferry Sonneville segera menyelesaikan site plan. Perbaikan untuk menghindari sengketa lahan itu ditunggu hingga Maret mendatang.

Terkait adanya sengketa lahan yang berlarut-karut itu pihak PT Ferry Sonneville dan Camat Gunung Putri Kurnia Indra pun dipanggil ke Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong.

"Kami minta site plan PT Ferry Sonnevile diselesaikan sesuai dengan HGB (hak guna bangunan) agar tidak ada lagi sengketa lahan. Akhir bulan Maret kami tunggu," ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Irvan Maulana kepada wartawan, Selasa 14 Januari 2025.

Irvan Maulana berharap sengketa lahan di Kecamatan Gunung Putri bisa diselesaikan, salah satunya sengketa antara masyarakat dengan PT Ferry Sonnevile.

"Jika ada sengketa lahan terkait kepemilikan, kita keluarkan dulu dari site plan PT Ferry Sonnevile sebagai developer hingga tidak ada lagi sengketa," harapnya.

Politisi Partai Gerindra itu pun meminta dinas teknis terkait seperti Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) beserta Kantor ATR/BPN Wilayah II Kabupaten Bogor ikut membantu menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut.

"DPKPP, DPMPTSP dan Kantor ATR/BPN Wilayah II Kabupaten Bogor harus membantu menyelesaikan permasalahan sengketa lahan ini karema masalah ini sudah bertahun-tahun dan berlarut-larut," pintanya.


Editor : Doni Ramdhani