Ada Jamir Tiram yang Paling Banyak Disukai, Ini 3 Jenis Jamur Liar yang Bisa Dimakan

Ada 3 jenis jamur liar yang dapat dikonsumsi dengan aman salah satunya jamur tiram.

Ada Jamir Tiram yang Paling Banyak Disukai, Ini 3 Jenis Jamur Liar yang Bisa Dimakan
Ilustrasi jamur liar yang dapat dimakan.

INILAHKORAN, Bandung - Jamur memiliki banyak jenisnya dan ada varietas liar yang aman, lezat, dan bergizi yang sangat dihargai karena dapat dikonsumsi.

Meski demikian kini sudah banyak jamir liar yang dijual di pasaran dan supermarket jadi tidak perlu mencarinya ke hutan lagi.

Dan berikut ini beberapa Jamur liar yang dapat dimakan, yang dijamin aman untuk Kesehatan tubuh.

Tiga Jamur liar yang Dapat Dimakan

1. Jamur tiram

Jamur tiram adalah jamur yang dapat dimakan, bentuknya menyerupai tiram, dan banyak dicari oleh para pencinta jamur.

Jamur ini tumbuh di pohon kayu keras yang mati atau sekarat, terkadang mereka dapat ditemukan tumbuh di cabang yang jatuh dan tunggul yang mati.

Jamur tiram menguraikan kayu yang membusuk dan melepaskan nutrisi ke dalam tanah, mendaur ulang nutrisi untuk digunakan oleh tumbuhan dan organisme lain dalam ekosistem hutan.

Jamur tiram tumbuh berkelompok menyerupai rak pada pohon kayu keras yang mati atau sekarat. Mereka memiliki tangkai yang pendek dan tidak berada di tengah.

Jamur tiram dapat tumbuh dalam jumlah besar, dan banyak kelompok berbeda dapat ditemukan di pohon yang sama.

Jamur tiram memiliki daging yang tebal, berwarna putih, dan berasa lembut, serta mengandung berbagai nutrisi. 

Jamur ini khususnya tinggi dalam vitamin B, termasuk niasin (B3) dan riboflavin (B2), serta mineral: kalium, tembaga, besi dan seng

Menurut penelitian tahun 2017, mereka juga mengandung senyawa tumbuhan anti-inflamasi yang ampuh, termasuk triterpenoid, glikoprotein, dan lektin, yang mungkin memberikan perlindungan terhadap penyakit kronis.

2. Jamur belerang

Jamur belerang juga dikenal sebagai jamur ayam hutan atau jamur ayam. Jamur ini berwarna oranye terang atau kuning dengan rasa yang unik dan kenyal.

Jamur-jamur ini dapat bertindak sebagai parasit pada pohon yang hidup atau sekarat, atau mengambil nutrisi dari pohon yang mati, seperti tunggul pohon yang membusuk.

Perlu dicatat bahwa spesies Laetiporus yang mirip dengan Jamur belerang memang ada. Spesies ini tumbuh di pohon konifer dan sebaiknya dihindari, karena dapat menyebabkan reaksi alergi parah pada beberapa orang.

Jamur ini memiliki tekstur halus seperti beludru dan warna kuning-oranye, yang memudar menjadi putih kusam ketika jamur sudah melewati masa matang.

Banyak jamur rak belerang dapat tumbuh di satu pohon, dengan masing-masing jamur tumbuh dengan berat lebih dari 50 pon (23 kg).

Seperti kebanyakan jamur, Jamur belerang rendah kalori dan menawarkan banyak nutrisi, termasuk: serat, kalium, fosfor, kalsium, seng, magnesium dan tembaga.

Jamur belerang mengandung senyawa tumbuhan, termasuk polisakarida, asam eburikoat, dan asam sinamat. 

Jamur ini telah terbukti memiliki sifat antijamur, penghambat tumor, dan antioksidan dalam penelitian tabung reaksi dan hewan.

3. Jamur maitake

Grifola frondosa, yang biasa dikenal sebagai hen-of-the-woods atau maitake, adalah jamur yang dapat dimakan dan menjadi favorit para pencari jamur.

Jamur maitame adalah jamur polipora, yaitu jenis jamur dengan pori-pori kecil yang menutupi bagian bawahnya.

Jamur ini tumbuh di pangkal pohon dalam kelompok seperti rak, lebih menyukai pohon berkayu keras.

Kelompok jamur ini menyerupai bulu ekor ayam betina yang sedang mengerami, sehingga disebut "ayam hutan" (hen-of-the-woods). Beberapa jamur hutan dapat tumbuh di satu pohon.

Jamur maitake berwarna cokelat keabu-abuan, sedangkan bagian bawah tudung dan tangkai tunggal yang menyerupai cabang berwarna keputihan. 

Tudungnya bisa berbentuk sendok atau kipas. Bentuknya menyerupai bulu ekor ayam betina yang sedang mengerami telur.

Jamur maitake cukup bergizi. Jamur ini sangat kaya akan vitamin B tertentu yang berperan dalam metabolisme energi dan pertumbuhan sel termask: folat, niasin (B3), riboflavin (B2).

Jamur ini juga mengandung senyawa yang sangat bermanfaat bagi Kesehatan, termasuk karbohidrat kompleks yang disebut glukan.

Glukan yang diisolasi dari tanaman Jamur maitake mungkin memiliki khasiat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurut sebuah studi hewan yang lebih lama pada tahun 2014.

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2024 tentang jamur ini menunjukkan bahwa jamur ini mungkin memiliki sifat antikanker, penurun kolesterol, dan antiinflamasi.***


Editor : Irma Nurfajri