Ciptakan TTG untuk Tingkatkan Produksi Pertanian
Pemerintah Desa (Pemdes) Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan ara mahasiswa perguruan tinggi bidang teknologi berhasil menciptakan teknologi tepat guna (TTG) untuk meningkatkan produksi pertanian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pemerintah Desa (Pemdes) Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan ara mahasiswa perguruan tinggi bidang teknologi berhasil menciptakan teknologi tepat guna (TTG) untuk meningkatkan produksi pertanian.
Kuwu Kubang, Wawan Karyawan menjelaskan, pihaknya memanfaatkan temuan teknologi hasil kolaborasi antara tenaga surya, mesin penyemprot dan sumber mata air guna menyiram tanaman dan perkebunan.
Temuan alat hasil inovasi teknologi ini telah diberi nama DIT singkatan dari Draninage Agriculture Technology atau alat semprot itu saat ini masih dalam proses percobaan. Nantinya jika berhasil dimanfaatkan, ke depan bisa digunakan untuk penyemprotan tanaman ataupun pupuk cair bahkan pestisida yang berada di lahan produktif maupun di lahan tandus.
"Kami menggandeng pihak perguruan tinggi teknologi di Cirebon, untuk proses pengoperasian yang nantinya bisa direalisasikan pada areal tanam di desa kami," kata Wawan, Selasa 6 Desember 2022.
Alat itu, kata dia, sebagai perwujudan program petani milenial yang menggabungkan konsep tradisional dan modern. Sehingga agar ke depan alat ini bisa berguna bagi masyarakat petani untuk bisa lebih mandiri dalam peningkatan hasil panen.
Wawan menjelaskan, setidaknya ada sekitar 20 hektare lahan nonproduktif di desanya dari total luasan lahan sekira 272 hektare. Meskipun sebagian besar lahan produktif, namun dengan penggunaan Inovasi teknologi itu semua lahan yang ada bisa digarap oleh petani setempat.
"Mayoritas warga kami itu petani padi dan palawija. Kami berharap semua elemen bisa mendukung program petani milenial ini sehingga tujuan dalam peningkatan hasil panen bisa terwujud dan tidak tergantung pada musim. Sehingga salama satu tahun bisa tiga kali panen," ungkapnya.
Sementara, ketua kelompok mahasiswa, Bagus Hermawan menyampaikan, sistem kerja dari alat semprot tanaman itu memanfaatkan kolaborasi teknologi. Baik itu tenaga surya yang diolah menjadi listrik, sumber mata air sebagai pemasok aliran dan mesin jenset sebagai penyemprot tanaman.
Dalam pengoperasiannya, juga berbasis aplikasi yang bisa dikontrol jarak jauh karena dibantu sensor cuaca. "Panel surya dimanfaatkan untuk kelistrikan, karena tidak mungkin dijangkau dari warga melihat kondisi lahan jauh dari pemukiman. Sensor juga otomatis bekerja , tatkala kering akan otomatis nyala dan sebaliknya jika lembab akan berhenti dan bisa dikontrol lewat aplikasi di HP," jelasnya.
Dia mena.bahkan, kolaborasi yang dikerjasamakan dengan Pemdes Kubang tentunya, menjadi kebanggaan karena alat yang diciptakan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sambil proses percobaan, tim juga mengedukasi masyarakat dalam alur pengoperasian sebelum diserahkan kepada petani.
"Semoga alat siram tanaman ini bisa dimanfaatkan bagi petani di areal perkebunan dan pertanian di desa Kubang. Yang nantinya jika berhasil tentu menjadi percontohan bagi semua masyarakat petani pada umumnya," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti
