Pekerjaan Rumah untuk PUTR Masih Menumpuk, Keluhan Jalan Rusak Kembali Disuarakan Warga Lembang, KBB

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat masih memiliki banyak 'pekerjaan rumah' yang harus dirampungkan, terlebih dari sisi perbaikan jalan di wilayahnya

Pekerjaan Rumah untuk PUTR Masih Menumpuk, Keluhan Jalan Rusak Kembali Disuarakan Warga Lembang, KBB
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat masih memiliki banyak 'pekerjaan rumah' yang harus dirampungkan, terlebih dari sisi perbaikan jalan di wilayahnya./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat masih memiliki banyak 'pekerjaan rumah' yang harus dirampungkan, terlebih dari sisi perbaikan jalan di wilayahnya

Kali ini, kondisi jalan rusak dikeluhkan warga Lembang, tepatnya di Jalan Dago Giri  yang merupakan jalur alternatif dari Kota Bandung menuju Lembang, Bandung Barat yang dipenuhi lubang yang pada musim hujan berubah menjadi kubangan air.

Tak hanya dikeluhkan warga setempat, kondisi jalan berlubang tersebut juga dikeluhkan para wisatawan yang hendak ke Lembang. Terlebih, pada musim hujan, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat terperosok ke lubang jalan.

"Kondisi paling parah kalau lagi turun hujan deras dan malam hari. Pandangan jadi berkurang sehingga tak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh,' kata Dodo (44) warga Desa Pageurwangi, Kecamatan Lembang, KBB, Rabu 10 Mei 2023.

Dodo menyebut, kerusakan Jalan Dago Giri sudah berlangsung lama. Awalnya hanya berupa lubang-lubang kecil. Namun, lantaran tak kunjung diperbaiki lama kelamaan lubangnya kian membesar.

"Bisa dilihat sendiri kondisi jalannya rusak parah. Jadi kubangan air," sebutnya.

Dodo menuturkan, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah terjadi setahun lebih dan selama ini belum pernah dilakukan perbaikan.

"Bagi saya yang setiap hari berangkat kerja lewat sini, tentunya cukup tersiksa. Apalagi kalau hujan turun, sudah jalannya terus naik dari Bandung juga banyak lubang," tuturnya.

Ia berharap kepada pemerintah bisa segera melakukan perbaikan agar warga nyaman melintasinya dan para wisatawan juga bisa memberikan kesan baik.

Sebelumnya, Pemda KBB sudah merencanakan  perbaikan jalan pada Mei 2023 ini. Hal itu terungkap dari postingan Bupati Bandung Barat @hengkykurniawan.

Dalam postingannya, Hengki menuliskan 16 ruas jalan yang akan diperbaiki. Namun, tak ada ruas Jalan Dago Giri.

"Bismillah, setelah arus mudik dan lebaran mulai longgar, inshaaAllah minggu ke 2 bulan Mei 2023, kita akan mulai perbaikan jalan kabupaten. Mohon doanya," tulis Hengki.

Perbaikan jalan di wilayah KBB terbagi dalam tiga sumber anggaran, yakni didanai dari APBD KBB terdiri dari Jalan Raya Batujajar - Pangauban - Girimukti nilai pagu sebesar Rp.4.500.000.000,  Jalan Rancapanggung - Puncakmulya (Bts. Kutawaringin) nilai pagu  sebesar Rp 2.500.000.000,-

Selanjutnya, Jalan Cihampelas - Tanjungjaya nilai pagu sebesar Rp. 10.000.000.000, Jalan Cikadu - Rancasenggang nilai pagu sebesar Rp 800.000.000, Jalan Rancasenggang - Wangunsari nilai pagu sebesar Rp 2.500.000.000.

Kemudian Jalan Cipatik - Citapen nilai pagu sebesar Rp 4 000.000.000, Jalan Citapen - Ciraden nilai pagu Rp 4000.000.000, Jalan Cipatik - Nyalindung nilai pagu Rp 2.000.000.000, Jalan Tanjungwangi - Kidang Pananjung - Mukapayung nilai pagu Rp 2000.000.000 .

Selanjutnya, Jalan Gununghalu - Datarpuspa nilai pagu Rp 11.000.000.000, Jalan H. Gofur - Cibatu nilai pagu Rp 1.000.000.000, dan Jalan H. Gofur - Pakuhaji nilai pagu Rp 2.000.000.000 

"Selain dari APBD KBB,  perbaikan jalan yang anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," ujarnya.

Ia menyebut, jalan yang perbaikannya didanai DAK adalah Jalan Cipeundeuy - Cipicung nilai pagu Rp 2.500.000.000, dan Jalan Rendeh - Mandalamukti nilai pagu Rp 5.600.000.000 

Kemudian, untuk rencana perbaikan jalan yang anggarannya bersumber dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat, antara lain  Jalan Cangkorah - Bts. Leuwigajah nilai pagu Rp 1.209.925.000 dan Jalan Cihampelas - Tanjungjaya nilai pagu Rp 2.730.000.000.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana