BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Dukung GovTech Indonesia
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menyuguhkan kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya pekerja di seluruh Indonesia melalui GovTech Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menyuguhkan kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya pekerja di seluruh Indonesia melalui GovTech Indonesia.
Menurutnya, saat ini BPJS Ketenagakerjaan fokus meningkatkan kualitas layanan yang berorientasi kepada peserta (customer centric) melalui simplifikasi prosedur serta peningkatan keamanan data peserta.
Anggoro menyebut, aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang saat ini telah digunakan lebih dari 20 juta pengguna BPJS Ketenagakerjaan, sangat tepat jika dikolaborasikan dengan GovTech Indonesia INA Digital.
“Kami bersama 14 kementerian dan lembaga negara lainnya berkomitmen bersama Presiden Jokowi dalam kolaborasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik SPBE dan peluncuran GovTech Indonesia. Dengan semangat membangun infrastruktur yang tangguh, industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, kedepannya setiap layanan masyarakat akan terintegrasi di dalam aplikasi INA Digital, termasuk layanan pada Jamsostek Mobile,” kata Anggoro usai peluncuran GovTech Indonesia bernama INA Digital di Istana Negara, Jakarta, Senin 27 Mei 2024.
Menurutnya, GovTech Indonesia itu dejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan. Anggoro berharap kolaborasi yang tebangun dapat mendorong pekerja Indonesia untuk lebih cepat dan mudah mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan dimanapun dan kapanpun.
“Program ini sejalan dengan visi kami dalam mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh pekerja indonesia. Untuk itu kami siap memberikan dukungan penuh agar program yang luar biasa ini bisa segera digunakan, sehingga semakin banyak pekerja yang Kerja Keras Bebas Cemas karena telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan sehingga menjadi sebuah langkah menuju Indonesia maju,”pungkas Anggoro.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara resmi GovTech Indonesia sebagai terobosan yang dilakukan pemerintah guna mengakselerasi transformasi digital dan pelayanan publik yang solutif dan transparan.
“Kita harus memperkuat digital public infrastructure kita, semacam jalan tol untuk digitalisasi pelayanan publik. Kita juga harus memperkuat transformasi GovTech kita, satu portal terintegrasi yang kita namakan INA Digital,yang di situ ada layanan pendidikan, layanan kesehatan dan pelayanan izin usaha, ada perpajakan dan lain-lainnya,” tegas Jokowi.
Dia berharap, hadirnya INA Digital mampu mengintegrasikan seluruh aplikasi dan platform milik masing-masing kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah yang saat ini jumlahnya mencapai 27.000.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menjelaskan pada perencanaan jangka pendek pada 2024, GovTech Indonesia akan mengembangkan 9 layanan prioritas, salah satunya layanan BPJS Ketenagakerjaan.
“Ke depan, masyarakat hanya perlu satu login dan mengisi data untuk dapat mengakses berbagai layanan dalam satu portal dengan data pribadi yang aman dan tanpa perlu memfotokopi KTP. Satu portal terpadu ini berbasis pada kebutuhan masyarakat, bukan berdasarkan sekat birokrasi per instansi,” ujar Azwar.
Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Opik Taufik mengatakan akan mendukung penuh langkah kolaborasi JMO dengan INA Digital.
Sesuai arahan Presiden agar platform yang ada di kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah bisa saling terintegrasi.
“Aplikasi Jamsostek Mobile sangat membantu peserta karena merupakan media layanan informasi seluruh Program BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menjadi media pelaporan dan pengaduan atas ketidaksesuaian data seperti status kepesertaan, jumlah upah, dan ketidaksesuaian jumlah karyawan. Aplikasi Jamsostek Mobile dapat diakses dimanapun dan kapanpun," ucap Opik.***
Editor : Doni Ramdhani

