Kemenkominfo dan Disdik Purwakarta Gelar Webinar, Tingkatkan Literasi Digital Orangtua Siswa

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta baru-baru ini menggelar webinar, dalam rangka meningkatkan literasi digital orangtua siswa.

Kemenkominfo dan Disdik Purwakarta Gelar Webinar, Tingkatkan Literasi Digital Orangtua Siswa
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta baru-baru ini menggelar webinar, dalam rangka meningkatkan literasi digital orangtua siswa./istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta baru-baru ini menggelar Webinar, dalam rangka meningkatkan Literasi Digital orangtua siswa.

Harapannya, literasi orangtua siswa mengenai hak dan tanggungjawab di ruang digital menjadi lebih baik, melalui Webinar bertajuk 'Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising' ini.

Webinar hasil kolaborasi Kemenkominfo RI dan Disdik Purwakarta yang menyasar orangtua siswa ini juga diharapkan dapat meningkatkan Literasi Digital 50 juta masyarakat, yang ditargetkan rampung di 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Kepala Disdik Purwakarta Purwanto menuturkan, kegiatan Literasi Digital sektor pendidikan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital.

"Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) untuk memberikan Literasi Digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024," ujar Purwanto dalam keterangan resmi, Sabtu 30 Maret 2024.

Berdasarkan hasil survey, indeks Literasi Digital nasional pada tahun 2022 naik sebesar 0,05 poin menjadi 3,54 dari capaian indeks tahun sebelumnya. Ada tiga pilar yang meningkat, yaitu Pilar 1 (Digital Skill) naik sebesar 0,08 poin, Pilar 2 (Digital Ethics) naik sebesar 0,15 poin dan Pilar 3 (Digital Safety) naik 0,02 poin. Pilar 4 (Digital Culture) menurun sebesar 0,06 poin, pola pada pilar ini tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.

Secara umum urutan pada tiap indikator memiliki urutan yang sama walaupun terdapat kecenderungan penurunan pada tiap indikator pada indikator teratas. Seperti penyesuaian cara berkomunikasi agar kedua pihak tidak tersinggung mengalami penurunan dari 3,82 (tahun 2021) menjadi 3,81 (tahun 2022).

Sedangkan indikator dengan nilai indeks terendah cenderung mengalami kenaikan. Seperti keterbiasaan mencari tahu apakah informasi yang ditemukan di website benar atau salah naik dari 3,05 (tahun 2021) menjadi 3,25 (pada 2022). Walaupun secara umum terdapat kenaikan indikator, pengetahuan mengenai perangkat keras dan lunak mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Pengetahuan perangkat keras mengalami sedikit penurunan dari 49% menjawab benar, menjadi 42% menjawab benar. Begitu juga pengetahuan tentang perangkat lunak yang mengalami penurunan dari 48% menjawab benar, menjadi 45% menjawab benar.

Sementara CEO Sobat Cyber Indonesia Virna Liem mengatakan, media sosial sejatinya digunakan secara bijak. Pasalnya, jejak digital bisa memberikan dampak negatif maupun positif.

"Jejak digital bisa menjadi hal negatif atau positif tergantung bentuknya dan tujuannya," tuturnya.

Bahaya Link Phising yang marak akhir-akhir ini juga menjadi bahasan dan mendapat perhatian cukup banyak dari peserta. Dibuktikan dengan banyaknya penanya yang bertanya mengenai kejadian-kejadian kriminal di internet.

Kegiatan Webinar ini diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Materi Etika Digital dibawakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto. Selain itu, materi Aman Digital diisi oleh Virna Liem selaku CEO Sobat Cyber Indonesia dan Rizky Ardi Nugroho. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana