Komnas HAM: Pembela Lingkungan Hadapi Potensi Ancaman di Dunia Digital

Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Hairansyah mengatakan adanya tren potensi pelanggaran terhadap hak kebebasan berpendapat dan berekspresi di dunia digital termasuk untuk pembela HAM di bidang lingkungan.

Komnas HAM: Pembela Lingkungan Hadapi Potensi Ancaman di Dunia Digital
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Hairansyah mengatakan adanya tren potensi pelanggaran terhadap hak kebebasan berpendapat dan berekspresi di dunia digital termasuk untuk pembela HAM di bidang lingkungan.

"Dalam kemajuan teknologi dan perkembangan ide serta diskursus baru, Komnas HAM melihat tren potensi pelanggaran hak-hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi yang semakin nyata utamanya di dunia digital," kata Hairansyah dalam diskusi virtual yang dipantau dari Jakarta pada Selasa.

"Ancaman terhadap pembela HAM di bidang lingkungan itu salah satunya juga di bidang teknologi informasi, terutama ancaman di dunia digital," tambah Hairansyah.

Baca Juga : Wakil Ketua DPR Sebut UU Otsus Baru Beri Harapan Baru untuk Papua

Menurutnya, beberapa kasus yang diadukan ke Komnas HAM adalah terkait kriminalisasi aktivis maupun masyarakat sipil yang mengemukakan pendapat di akun sosial media.

Selain itu ia mengungkap, adanya peretasan situs resmi berita, intimidasi melalui cara penyebaran informasi pribadi serta pembatalan diskusi daring yang disertai intimidasi.

"Kecenderungan terjadi pembatasan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi dan keterkaitan dengan modus kejahatan digital juga menjadi catatan tersendiri terkait penegakan HAM pada 2020," katanya.

Baca Juga : BRIN: Berinovasi sebagai Upaya Adaptasi di Masa Pandemi Covid-19

Dalam diskusi tersebut, peneliti dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Villarian Burhan memaparkan bahwa pihaknya mencatat terjadi 10 peristiwa dan 15 tindakan terkait pelanggaran HAM terhadap para penggiat lingkungan selama periode Januari-April 2021.

Halaman :


Editor : suroprapanca